Dubes Iran Ungkap Campur Tangan dan Serangan AS terhadap Iran Sejak Pasca-Perang Dunia II
NU Online · Selasa, 3 Maret 2026 | 13:30 WIB
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat konferensi pers di kediamannya di Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memaparkan sejumlah bentuk campur tangan dan serangan yang disebut dilakukan Amerika Serikat terhadap negaranya sejak pasca-Perang Dunia II. Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Menurut Boroujerdi, pada 1953 Amerika Serikat membantu Syah Iran melancarkan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan sah yang dipimpin Perdana Menteri Mohammad Mosaddegh.
“Amerika telah mengumpulkan berbagai pihak untuk menggantikan pemerintahan yang sah Iran dan menggantikannya dengan sistem yang dipimpin oleh Syah pada saat itu,” ujarnya.
Ia juga menyinggung dukungan Amerika Serikat kepada Saddam Hussein dalam perang Iran-Irak yang berlangsung 1980-1988.
Pada 1988, lanjutnya, Amerika Serikat menyerang pesawat sipil Iran yang membawa 291 penumpang dan seluruhnya tewas.
Boroujerdi turut menuduh Amerika mendorong berbagai gerakan terorisme di Iran yang menyebabkan puluhan ribu warga menjadi korban. Ia menyebut pendekatan islamofobia dan pembentukan kelompok terorisme seperti ISIS sebagai bagian dari strategi tersebut.
Sejak 2010, kata dia, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi berat terhadap Iran. Pada 2020, Amerika juga disebut melakukan serangan terhadap seorang jenderal senior Iran yang dikenal sebagai tokoh anti-ISIS di Irak.
“Mereka turun tangan secara langsung untuk melakukan pembunuhan ini,” ujar Boroujerdi.
Ia menambahkan, pada 2024 Amerika diduga memprovokasi Israel untuk menyerang kantor konsulat Iran di luar negeri serta mendorong serangan terhadap situs militer dan ekonomi sipil.
Pada Juni 2025, menurutnya, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan selama 12 hari yang menewaskan sejumlah pejabat senior militer Iran serta menyerang fasilitas siklus nuklir negara tersebut.
Boroujerdi juga menuding adanya operasi tekanan ekonomi yang memicu ketidakpuasan publik di Iran. Ia menyebut agen CIA dan Mossad berada di balik upaya menciptakan korban dalam aksi-aksi demonstrasi.
“Mereka menciptakan ketidakpuasan ekonomi, lalu membajak aksi damai masyarakat dan dengan dalih mendukung demonstran melancarkan serangan,” katanya.
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua