Gereja Koptik Mesir Dukung Larangan Penistaan Agama
NU Online · Kamis, 27 September 2012 | 10:40 WIB
Kairo, NU Online
Gereja Koptik Mesir mendukung Syeikh Agung Al Azhar, Prof Dr Ahmed Al Tayeb yang menyerukan pelarangan global mengenai penistaan agama.
<>
"Gereja Koptik menolak keras penistaan agama dalam bentuk apa pun, dan mendukung seruan Al Azhar mengenai pelarangan global penistaan agama," kata pemimpin Gereja Koptik Baba Bakhomious kepada jaringan televisi Nile TV, Selasa.
Baba Bakhomious pada Senin (24/9) memimpin jajaran pimpinan Gereja Koptik menemui Syeikh Agung Al Azhar untuk menyampaikan dukungan tersebut dan menegaskan penolakannya atas upaya penistaan agama.
Syeikh Al Azhar pada akhir pekan lalu menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa mewujudkan hukum internasional mengenai pelarangan global terhadap penistaan agama.
"Dunia membutuhkan resolusi internasional untuk melarang penyerangan terhadap simbol-simbol agama apa pun termasuk Islam," kata Syeikh Tayeb.
Resolusi internasional itu, katanya, harus mempidanakan pelaku-pelaku yang melakukan serangan terhadap simbol-simbol agama, yang pada gilirannya memprovokasi perdamaian dunia dan keamanan internasional," kata Syeikh Tayeb.
Penasihat Syeikh Agung Al Azhar Urusan Dialog Peradaban, Prof Dr Mahmoud Ezzat mengatakan, pihak Al Azhar telah meminta Menteri Luar Negeri Mesir Mohamed Kamel Amr dan Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Al Arabi untuk meneruskan seruan itu kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon.
Seruan pelarangan global terhadap penistaan agama itu terkait dengan munculnya film pendek di Amerika Serikat, "Innocence of Muslims" yang dinilai melecehkan Islam dan Nabi Muhammad.
Film tersebut menyulut aksi protes dari berbagai negara di dunia Islam hingga mengakibatkan korban jiwa, termasuk kepala perwakilan AS di Libya.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
2
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
3
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua