Ibu Kota Afgnanistan Diguncang Tiga Bom, Puluhan Orang Meninggal
NU Online · Kamis, 25 Juli 2019 | 12:00 WIB
Bom bunuh diri mengguncang Kabul, Afghanistan pada Kamis (25/7). Dilaporkan, ada tiga bom yang meledak di ibu kota Afghanistan itu. Akibat dari insiden itu, dilaporkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.Â
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nasrat Rahimi menjelaskan, ledakan pertama terjadi sekitar pukul 08.10 waktu setempat dan menargetkan sebuah bus yang mengangkut pegawai pemerintahan di Kabul Timur. Â
“Kemudian seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat lokasi serangan bus dan ledakan ketiga terjadi ketika sebuah mobil diledakkan oleh gerilyawan yang tidak dikenal," kata Rahimi, diberitakan Aljazeera.
Ledakan pertama menyebabkan lima orang tewas, sementara ledakan kedua menewaskan tujuh orang dan melukai 20 lainnya. Tidak ada korban dalam ledakan ketiga. Adapun bus yang menjadi target serangan bom bunuh diri itu milik Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afghanistan.Â
Kelompok militan Afghanistan, Taliban, mengkalim bertanggung jawab atas salah satu bom bunuh diri di Kabul tersebut, namun membantah terlibat dalam dua ledakan lainnya. Beberapa pengamat menilai, pihak Taliban sengaja meningkatkan serangan untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar dalam perundingan dengan pemerintah Afghanistan.Â
Sementara, setidaknya 35 polisi terbunuh dalam sebuah serangan yang dilancarkan Taliban di Provinsi Takhar, Afghanistan Utara. Sebelumnya, pada Rabu (24/7) malam waktu setempat, sedikitnya 12 orang, termasuk enam polisi, terluka dalam pertempuran lima jam dengan Taliban. (Red: Muchlishon)
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua