Ketika Islam Nusantara Ditawarkan di Dunia Internasional
NU Online · Selasa, 21 Desember 2021 | 08:15 WIB
Pengurus PCINU Amerika Serikat dan Kanada saat peringatan Maulid Nabi Oktober 2021 (Foto: dok istimewa)
Malik Ibnu Zaman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Islam Nusantara sebagai salah satu model ataupun manhaj yang ditawarkan tidak hanya di Indonesia, tetapi global melalui Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang ada di berbagai negara.
"Jadi sebagaimana kita ketahui bahwa NU itu kan menawarkan, mempromosikan Islam Nusantara sebagai salah satu model ataupun manhaj gitu ya, yang ditawarkan tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke global gitu. Dan di global ini tentu saja kita melalui PCINU yang ada di berbagai negara begitu," ujar Any Rufaedah, Wakil Sekretaris PCINU Amerika dan Kanada pada tayangan Road to Muktamar Ke-34 NU Seri 10: Revitalisasi PCINU sebagai Duta Islam Nusantara untuk Masyarakat Dunia diakses Senin (12/12/2021).
Tidak hanya di Jerman, dan Amerika, tetapi juga ada di Pakistan, Arab Saudi, Jepang, dan lain sebagainya. Menurutnya tidak mudah untuk menyebarkan syiar Islam Nusantara ini ke berbagai negara lain, karena tentu saja kondisi sosialnya yang berbeda.
"Saya ambil contoh misalnya di Amerika dan Eropa, dari sedikit informasi yang saya tahu di Amerika Muslim cenderung diberikan kesempatan yang lebih terbuka untuk mengekspresikan pandangnya termasuk untuk menampilkan atribut-atribut keagamaan. Seperti menggunakan burqah, dan sebagainya cenderung diterima, dan masyarakat Amerika terbuka atas hal itu," ungkapnya.
Lebih lanjut Any mengatakan hal tersebut berbeda dengan di Eropa, bahwa Muslim di sana cenderung tidak mudah diterima, ada semacam penerimaan yang kurang terhadap Muslim untuk mengekspresikan apa yang dia inginkan, ataupun menampilkan atribut-atribut keagamaan termasuk burqah.
"Kita lihat juga beberapa tahun lalu di Jerman, dan Perancis yang sempat ingin melarang penggunaan burqah, atau hijab itu di sekolah gitu yah. Ini adalah salah satu contoh saja bahwa penerimaan muslim di Amerika, dan Eropa itu berbeda," ujar Any Rufaedah yang juga Dosen S1 Psikologi Unusia.
PCINU Amerika Serikat dan Kanada juga mengadakan berbagai kegiatan dan publikasi di antaranya melalui media-media seperti NU Online.
Serial seminar web Road to Muktamar Ke-34 NU diselengggarakan oleh NU Online dan Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Pada seri 10 tersebut, selain Any Rufaedah, hadir pula Rais Syuriyah PCINU Amerika Serikat dan Kanada Sholahuddin Kafrawi; Ketua PCINU Jerman, Muhammad Rodlin Billah.
Kontributor: Malik Ibnu Zaman
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua