Mendapati Nilai-Nilai Islam di Negeri Minoritas Muslim Korea Selatan
Selasa, 1 April 2025 | 23:00 WIB
Daegu, NU Online
Korea Selatan dikenal sebagai negara maju yang mayoritas warganya tidak beragama. Namun, mereka sangat patuh terhadap aturan dan hukum yang berlaku. Hal ini saya saksikan sendiri saat melakukan perjalanan dakwah ke Daegu di pertengahan Ramadhan 1446 Hijriah.
Dalam perjalanan menuju Palsenghon Daegu, saya berbincang dengan Pak Abdul Haris, seorang pekerja migran asal Pati, Jawa Tengah, yang kini menjadi imam Masjid Al-Hikmah Nongong Daegu. Menurutnya meski mayoritas masyarakat Korea Selatan tidak beragama, mereka sangat disiplin dan taat aturan.
"Mereka sangat patuh pada aturan, mulai dari kebersihan lingkungan hingga tata tertib lalu lintas," tuturnya.
Selama di Daegu, saya melihat langsung bagaimana warga Korea Selatan terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan ruang publik. Bahkan di tempat-tempat ramai seperti stasiun atau pusat perbelanjaan, hampir tidak terlihat sampah berserakan. Menurut Abdul Haris, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sudah menjadi budaya yang tertanam sejak lama.
Tidak hanya soal kebersihan, mereka juga sangat disiplin dalam berlalu lintas. Saat perjalanan menuju Palsenghon, saya memperhatikan para pengendara yang dengan tertib berhenti di lampu merah meskipun jalan sedang lengang. Kiai Abdul Haris, demikian sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa hal ini dipengaruhi oleh sistem hukum yang tegas dan kesadaran masyarakat bahwa aturan dibuat demi kenyamanan bersama.
Waktu juga menjadi hal yang sangat dihargai di Korea Selatan. Saya sempat merasakannya saat berkunjung ke sebuah kafe di Nongong Daegu. Meski hanya memiliki waktu singkat sebelum kafe tutup, para pelanggan tetap tertib dan tidak terburu-buru. Sikap ini mencerminkan bagaimana mereka sangat menghargai waktu dan menghormati aturan yang berlaku.
Selain itu, kejujuran juga menjadi ciri khas yang menonjol. Barang yang tertinggal di tempat umum sering kali tetap aman dan ditemukan kembali di kantor kehilangan. Kiai Abdul Haris menuturkan bahwa budaya kejujuran ini sudah melekat kuat di masyarakat Korea Selatan.
"Mereka percaya bahwa kejujuran adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan dan keteraturan sosial," katanya.
Fenomena ini membuktikan bahwa meskipun banyak masyarakat Korea Selatan yang tidak beragama, mereka mampu membangun peradaban yang tertib dan disiplin. Dengan penegakan hukum yang tegas dan kesadaran sosial yang tinggi, Korea Selatan mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa disiplin dan tanggung jawab adalah kunci utama dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.
M Irsad Khamzah, Dai Go Global LD PBNU 2025 dengan penugasan ke Korea Selatan. Program ini bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menjaga Konsistensi Ibadah Pasca Ramadhan
2
Niat Puasa Qadha bagi yang Batal atau Meninggalkannya di Bulan Ramadhan
3
Khutbah Jumat: Pasca-Puasa dan Zakat, Teruslah Menebar Manfaat
4
Khutbah Jumat: Menjaga Ketakwaan di Setiap Keadaan
5
Hukum Dahulukan Puasa Syawal Ketimbang Qadha Puasa Ramadhan
6
Khutbah Jumat: Jangan Sampai Ramadhan Kita Sia-Sia
Terkini
Lihat Semua