Nahdliyin Inggris dan KBRI London Kaji Diplomasi Gus Dur, Perkuat Solidaritas Global
NU Online · Rabu, 23 Desember 2020 | 07:15 WIB
London, NU Online
Warisan diplomasi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikaji kembali oleh Nahdliyin di United Kingdom. Pada peringatan Haul Gus Dur, PCINU Inggris dan Gusdurian UK bekerjasama dengan KBRI London serta PPI Dunia membahas konsep diplomasi Gus Dur.
Agenda diskusi virtual ini akan berlangsung pada Kamis, 24 Desember 2020. Para tokoh yang yang dijadwalkan turut berbicara adalah KH Yahya C Staquf (Katib 'Aam PBNU), Hartyo Harkomoyo (Councellor Pensosbud KBRI London), dan Choirul Anam (Koordinator PPI Dunia).
Diskusi akan dipandu oleh Munawir Aziz (Sekretaris PCINU United Kingdom) dan Rahma Arifa (Mahasiswa London School of Economics/Gusdurian UK). Dubes RI untuk United Kingdom, Irlandia dan IMO Dr. Desra Percaya dijadwalkan memberikan Keynote Speech dalam agenda ini.
Munawir Aziz, Sekretaris PCINU United Kingdom yang juga menjadi koordinator agenda ini, menyampaikan bahwa nilai-nilai Gus Dur dalam bidang diplomasi sangat penting dan kontekstual untuk masa sekarang.
"Gus Dur konsisten menyampaikan pentingnya toleransi dan solidaritas global. Gus Dur juga sangat aktif merajut silaturahmi dan upaya diplomatik baik dengan pemimpin politik lintas negara maupun pemimpin masyarakat dan tokoh agama. Di situasi pandemi ini, kita butuh solidaritas global, diplomasi yang berbasis kemanusiaan," ungkap Munawir, Rabu (23/12).
Munawir juga menyampaikan bahwa PCINU Inggris bekerjasama intensif dengan KBRI London serta UKICIS dan PPI UK untuk program science-diplomacy.
"Kami sedang menjalankan program jangka menengah dan panjang dengan KBRI London, UKICIS dan PPI United Kingdom, terkait science diplomacy. Tujuanya, agar para ilmuan dan diaspora di UK dan negara lain, bisa turut mengabdikan gagasan dan keahliannya untuk memperkuat kebijakan di Indonesia," ujarnya.
Munawir menyebut ada ratusan ahli yang akan dilibatkan untuk program strategis pada waktu mendatang. Menurut Munawir, warisan diplomasi Gus Dur penting untuk dikontekstualisasi dalam masa sekarang, dengan menyiapkan gerakan sekaligus strategi baru, dalam konteks geopolitik sekaligus aktor diplomasi yang terus berkembang sekarang ini.
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
5
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
6
Puncak Kemarau Tiba, Ancaman Karhutla hingga Kebakaran Sampah Diprediksi Meningkat
Terkini
Lihat Semua