PBB Ajak Rekomendasikan Peperangan atas “Teror Digital”
NU Online · Sabtu, 27 Juni 2015 | 19:01 WIB
PBB, NU Online
Sebuah laporan PBB merekomendasikan bahwa para pemimpin Internet dan media sosial mesti melapor ke PBB mengenai bagaimana mereka memerangi kelompok-kelimpok seperti ISIS yang menggunakan "teror digital."
<>
Laporan para pakar yang dirilis Rabu waktu AS itu menyebutkan bahwa "skala aktivitas digital terkait ISIS dan kurang lebih, beberapa afiliasi Alqaeda adalah sangat mengkhawatirkan" dan untuk itu Dewan Keamanan PBB mesti bertindak.
Laporan itu merekomendasikan bahwa sebuah komite dewan mengundang perusahaan-perusahaan Internet dan media sosial untuk melakukan briefing mengenai upaya mereka "mengatasi eksploitasi layanan mereka" oleh Alqaeda, ISIS dan sekutu-sekutunya.
Para pakar mengatakan bahwa "pertumbuhan teror digital definisi tinggi" sudah menjadi "kecenderungan yang mencemaskan" setelah para pendukung ISIS secara reguler menggunakan Facebook, Twitter dan YouTube untuk menyebarluaskan propagandanya kepada pengikut mudanya.
ISIS telah merilis video-video pemenggalan dan kejahatan-kejahatan lainnya yang mengguncang dan menyebarkan ketakutan, sedangkan penggunaan luas mereka pada akun-akun Twitter telah membantu mereka merekrut kaum muda yang berpotensi direkrut.
Laporan para pakar itu menyebutkan bahwa "ruang digital adalah alam dalam mana ancaman mungkin dihadirkan oleh para jihadis di masa mendatang."
Kantor polisi Eropa, Europol, pekan ini mengumumkan rencana membangun unit polisi baru yang bertugas memindai Internet untuk propaganda IS, demikian AFP. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua