Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki menolak kunjungan kerja anggota DPR RI ke Turki, berkaitan dengan agenda penyusunan Undang Undang tentang Kebudayaan dan Perbukuan.<>
“Anggota DPR Komisi X yang terhitung tanggal 8 Mei 2013 sudah berada di Turki dengan agenda penyusunan UU tentang Kebudayaan dan Perbukuan. Kami PCINU Turki, menolak kunjungan DPR Komisi X ke Turki,” demikian dalam rilis pers PCINU Turki tertanggal 9 Mei 2013 yang diterima NU Online.
Ketua Tanfidziyyah PCI NU Turki Labib Syauqi mengatakan, sebelum melakukan kunjungan mestinya perlu dilakukan kajian serius di antara para pakar pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, baik ditinjau dari aspek sosiologis, filosofis maupun yuridis.
PCINU Turki mengaku pesimis kunjungan DPR ke Turki yang singkat dapat memperoleh hasil. Menurut Labib, melihat implementasi kebudayaan di lapangan dari sisi sosiologis, tidak akan tercapai esensinya jika hanya dengan melakukan kunjungan kerja yang waktunya sangat terbatas, apalagi dengan agenda rombongan yang tidak jelas juga.
“Kajian sosiologis memerlukan kecermatan serta interval waktu tertentu untuk menghasilkan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan. Maka kajian sosiologis untuk UU Kebudayaan dan Perbukuan ini akan lebih tepat ketika dilakukan oleh pakar-pakar penelitian serta lembaga riset yang terpercaya, guna benar-benar mencapai hasil yang maksimal,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat harus mulai meninggalkan partai politik yang buta tuli terhadap aspirasi masyarakatnya, yang telah berkali-kali dikritik mengenai esensi kunker luar negeri yang tak ada hasilnya, lebih mengedepankan kepentingan partainya daripada kepentingan masyarakat.
“Mereka memperjuangkan kepentingan partainya, bukan berpihak pada masyarakat. Mereka lebih mendahulukan syahwat jalan-jalan keluar negerinya dan penghamburan uang rakyat, ketimbang memikirkan esensi agenda serta undang-undangnya.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua