Pemerintah Iran Nyatakan 114 Situs Budaya dan Bersejarah Rusak Akibat Serangan AS-Israel
NU Online · Selasa, 24 Maret 2026 | 21:00 WIB
Teheran, NU Online
Pemerintah Iran menyatakan sedikitnya 114 situs budaya dan bersejarah mengalami kerusakan akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Kementerian Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Iran dalam keterangannya pada Selasa menyebutkan, kerusakan tersebut mencakup situs warisan dunia, situs terdaftar nasional, serta berbagai lokasi bersejarah bernilai tinggi.
“Berdasarkan penilaian lapangan terbaru dan laporan para ahli, sejauh ini 114 situs budaya dan bersejarah telah mengalami kerusakan,” demikian pernyataan kementerian tersebut dilansir Anadolu.
Di antara situs yang terdampak terdapat 48 museum dan enam kawasan kota bersejarah yang berada di Teheran, Isfahan, Sanandaj, Kermanshah, Qom, dan Khansar.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa kerusakan tersebar luas di berbagai wilayah, dengan Teheran mencatat 60 kasus dan Isfahan sebanyak 20 kasus. Selain itu, sejumlah provinsi lain turut terdampak, antara lain Lorestan, Kermanshah, Bushehr, Qom, Alborz, Azerbaijan Timur dan Barat, Mazandaran, Sistan dan Baluchestan, Gilan, Ilam, Khuzestan, serta Fars.
Kementerian tersebut menegaskan bahwa berdasarkan prinsip hukum internasional, khususnya Konvensi Den Haag 1954, setiap tindakan militer yang menyebabkan kerusakan terhadap warisan budaya merupakan pelanggaran serius terhadap kewajiban internasional dan ancaman langsung terhadap memori sejarah umat manusia.
Iran juga mendesak UNESCO agar tidak sekadar mengambil sikap minimal, tetapi berperan lebih aktif, efektif, dan memiliki daya cegah dalam melindungi warisan budaya yang terancam.
Dalam keterangannya, pemerintah Iran menyebut telah mengirimkan sembilan surat resmi melalui jalur diplomatik kepada berbagai lembaga internasional, termasuk UNESCO, Aliansi Warisan Budaya Asia, Dewan Museum Internasional, Dewan Internasional Monumen dan Situs, serta Organisasi Pariwisata Dunia.
“Iran memandang warisan budaya sebagai amanah dari masa lalu untuk masa depan, dan melindunginya merupakan tanggung jawab nasional sekaligus kemanusiaan,” demikian pernyataan tersebut.
Eskalasi di kawasan terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke wilayah Israel, serta menargetkan negara-negara seperti Yordania, Irak, dan kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua