Portugal Resmi Akui Negara Palestina, Menyusul Inggris, Kanada, dan Australia
NU Online · Senin, 22 September 2025 | 08:01 WIB
Jakarta, NU Online
Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, pada Minggu malam mengumumkan bahwa Portugal secara resmi mengakui Negara Palestina dalam sebuah keputusan bersejarah.
Menurut laporan kantor berita Palestina, WAFA, pengumuman tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Inggris, Kanada, dan Australia secara resmi mengakui Palestina pada hari yang sama. Langkah terkoordinasi ini dipandang sebagai kemenangan penting bagi keadilan internasional dan hak-hak sah rakyat Palestina.
Gelombang pengakuan hari ini menandai titik balik dalam konsensus global mengenai kenegaraan Palestina, yang berpotensi membuka jalan bagi negara-negara lain untuk mengikuti langkah serupa.
Sejumlah negara di Eropa, termasuk Spanyol, Irlandia, dan Norwegia, sebelumnya telah mengumumkan pengakuan resmi mereka terhadap Palestina. Langkah tersebut memperkuat posisi diplomatik Palestina di kancah internasional serta memberikan dorongan moral bagi perjuangan rakyat Palestina.
Di kawasan Amerika Latin, negara-negara seperti Brasil, Chile, Venezuela, Kolombia, Bolivia, dan Ekuador juga sejak lama menyatakan dukungan mereka terhadap kemerdekaan Palestina. Dukungan tersebut mencerminkan solidaritas lintas benua atas hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.
Sementara itu, di dunia Islam, mayoritas negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sejak awal telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Dukungan politik dan diplomatik dari negara-negara tersebut menjadi landasan penting dalam forum-forum internasional, termasuk PBB.
Selain pengakuan resmi dari berbagai negara, dukungan juga terus mengalir dari masyarakat sipil global. Gerakan solidaritas internasional, organisasi kemanusiaan, serta parlemen di berbagai negara mendesak pemerintah mereka untuk segera mengambil langkah serupa dalam rangka menegakkan keadilan bagi Palestina.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua