RI Minta Militer Myanmar Komitmen Hentikan Kekerasan terhadap Warga Sipil
NU Online · Ahad, 25 April 2021 | 09:15 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Retno LP Marsudi, dan Seskab Pramono Anung memberikan keterangan pers usai menghadiri ASEAN Leaders’ Meeting, Sabtu (24/04/2021), di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)
Patoni
Penulis
Jakarta, NU Online
Presiden Indonesia Joko Widodo meminta pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing untuk berkomitmen menghentikan kekerasan di negara tersebut.
Presiden Jokowi, panggilan Joko Widodo, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan bersama pemimpin negara-negara ASEAN, yang turut dihadiri oleh pemimpin junta tersebut, di Jakarta, Sabtu (24/4) kemarin.
“Di saat yang sama, semua pihak harus menahan diri sehingga ketegangan dapat diredakan,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers virtual, Jumat melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden Jokowi juga meminta junta untuk memulai proses dialog yang inklusif serta melepaskan tahanan politik di Myanmar. Jokowi menilai perlunya dibentuk utusan khusus ASEAN yang terdiri dari ketua dan sekretaris jenderal untuk mendorong dialog dengan semua pihak di Myanmar.
Presiden Jokowi kemudian meminta junta untuk membuka akses bantuan kemanusiaan dari ASEAN. “Indonesia berkomitmen untuk mengawal terus tindak lanjut dari komitmen tersebut agar krisis politik di Myanmar dapat segera diatasi,” tutur Presiden Jokowi.
Menurut Presiden Jokowi, para pemimpin ASEAN telah mencapai konsensus dalam pertemuan tersebut karena sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Indonesia.
Jokowi mengungkapkan, lima butir konsensus para pemimpin ASEAN akan disampaikan oleh ketua atau sekjen ASEAN. “Isinya kurang lebih sama dengan apa yang tadi saya sampaikan dalam pernyataan nasional,” ucap Jokowi.
Pertemuan itu digelar di kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta, dan dipimpin oleh Ketua ASEAN 2021 Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan pertemuan pemimpin ASEAN merupakan inisiatif dari Indonesia dan merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Presiden Jokowi dengan Sultan Brunei.
Total korban sipil tewas dalam aksi protes atas kudeta militer di Myanmar mencapai lebih dari 700 orang. Ratusan orang yang tewas tersebut diakibatkan oleh militer Myanmar yang represif terhadap masyarakat sipil.
Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua