Bisnis Jadi Inti Gerakan Ansor Jabar, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Kader
NU Online · Senin, 11 Agustus 2025 | 21:00 WIB
Bandung, NU Online Jabar
Direktur Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) Jawa Barat, Idham Kholid, menegaskan bahwa bisnis kini menjadi bagian utama dalam gerakan Ansor. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Bidang Ekonomi Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Barat di Sekretariat Ansor Jabar, Jalan Galunggung No. 9, Bandung, Sabtu (9/8/2025).
“Bicara bisnis dan Ansor dulu dua kata lucu. Sekarang tidak, justru menjadi dua kata yang saling melengkapi,” kata Idham.
Ia menuturkan, Ansor Jawa Barat memandang dunia bisnis bukan sekadar jalur alternatif, tetapi menjadi bagian inti organisasi.
“Sebagaimana visi besar Ansor hari ini, ‘Ansor BISA’. Huruf B berarti bisnis dan ditempatkan di depan. Artinya, bisnis menjadi core utama Ansor hari ini, meskipun tidak melupakan hal-hal yang sudah dilakukan selama ini,” ujarnya.
Idham menambahkan, membangun usaha membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan dedikasi. “Dengan memanfaatkan sumber daya yang luar biasa, saya optimistis pemberdayaan ekonomi kader bukan hanya angan-angan,” katanya.
Dalam rakor tersebut, dibahas tindak lanjut kerja sama Ansor dengan Indomaret Group serta Bank Syariah Indonesia (BSI). Menurut Idham, BSI memiliki pasar yang sejalan dengan masyarakat Ansor.
“Kerja sama strategis dengan berbagai pihak akan memperkuat posisi ekonomi kita. Kesepahaman dengan BSI sudah ditandatangani sejak Muskerwil, dan hari ini kita melakukan pendalaman,” ungkapnya.
Koordinator Bidang Ekonomi Ansor Jabar, H. Ricky Aseegaf, juga optimistis kemitraan dengan berbagai pihak akan memperkuat pondasi ekonomi kader.
“Kita memiliki kader yang terstruktur hingga tingkat kelurahan dan desa. Hampir setiap minggu di Jawa Barat, Ansor menggelar kaderisasi seperti PKD dan Diklatsar. Saat ini, tidak kurang dari 400 ribu kader tercatat di Ansor Jabar. Dalam konteks bisnis, ini pasar yang sangat potensial,” ujar Ricky, yang dua periode menjabat Ketua Ansor Kota Tasikmalaya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua