Kopri Ajak Pelajar Lawan Perundungan di Sekolah, Dimulai dari Keberanian Saling Menjaga
NU Online · Ahad, 26 Oktober 2025 | 09:00 WIB
Bandung, NU Online
Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Jawa Barat mengajak para pelajar untuk berani melawan berbagai bentuk bullying (perundungan) yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.
Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Kopri Jawa Barat Anisa Nurhopipah Disastra menegaskan bahwa perundungan bukan sekadar ejekan di lorong sekolah karena dapat meninggalkan luka panjang, bahkan tanpa bekas yang tampak.
Menurutnya, upaya melawan perundungan harus dimulai dari keberanian untuk saling menjaga dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua.
Anisa mengatakan, pelajar masa kini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kekerasan, menurutnya, bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari perundungan fisik, verbal, hingga kekerasan digital.
“Kadang bullying tidak selalu berupa pukulan atau dorongan, tapi juga kata-kata yang melemahkan dan membuat seseorang merasa tidak berharga. Kita perlu menumbuhkan keberanian untuk melawan hal itu,” ujarnya, sebagaimana dikutip NU Online Jabar.
Ia menambahkan, sekolah semestinya menjadi ruang tumbuh bagi kasih sayang dan rasa aman, bukan tempat yang menumbuhkan ketakutan.
“Sekolah seharusnya menjadi tempat tumbuhnya kasih, bukan ketakutan. Dan itu dimulai dari kita, dari keberanian untuk saling menjaga,” jelas Anisa.
Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi Kopri PKC PMII Jawa Barat Poetri Febryani menegaskan pentingnya pelibatan pelajar dalam upaya pencegahan kekerasan di sekolah.
“OSIS punya peran strategis. Mereka bukan sekadar panitia kegiatan sekolah, tapi juga bisa menjadi penjaga nilai kemanusiaan—teman yang peka dan tahu ketika seseorang sedang tidak baik-baik saja,” tutur Poetri.
Baca selengkapnya di sini.
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua