Karakteristik Santri Betawi: Ngaji di Majelis Kitab Kuning sampai Jadi Ulama Besar
NU Online · Jumat, 25 Oktober 2024 | 13:00 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) DKI Jakarta KH Rakhmad Zailani Kiki menjelaskan karakteristik santri di tanah Betawi.Â
Ia menjelaskan, para santri Betawi itu mengaji di majelis-majelis kitab kuning yang tersebar di Jakarta.Â
Kiai Kiki menyebut, majelis-majelis kitab kuning ini sebagai ciri khas pengajian ulama Betawi yang jumlahnya melebihi dari pesantren di Jakarta.
Tak jarang, dari majelis tersebut lahir para ulama-ulama yang tidak berbeda kualitas keilmuannya dengan ulama pesantren di Jawa.
Â
"Kalau pernyataan KH Maulana Kamal Yusuf disebut dengan istilah 'pengajian bersila' artinya nggak ada bangku yang didudukin. Di lantai kiainya baca kitab didengar dan dikhatamin kitabnya," ujar Kiai Kiki, dikutip NU Online Jakarta.Â
Ia mengatakan bahwa konsep majelis kitab kuning dilaksanakan secara keliling ke beberapa tempat. Ia menilai, banyak ulama-ulama Betawi yang lahir dari konsep pengajian bersila itu.Â
"Dulu, orang ngaji untuk menjadi seorang alim ulama cukup dengan mengikuti pengajian bersila yang berbeda tergantung kiainya," kata Penulis Buku Genealogi Intelektual Ulama Betawi itu.Â
Ia mengungkapkan, ada beberapa ulama Betawi yang mengajar di pengajian bersila. Dalam bidang ilmu fiqih ada Muallim Syafi'i Hadzami dan ilmu hadits ada KH Muhajirin Amsar atau Guru Jirin.Â
Â
Beberapa ulama yang merupakan alumni dari pengajian bersila itu salah satunya KH Abdurrahman Nawi yang kemudian mendirikan Pesantren Al-Awwabin, Depok.Â
"Bahkan beliau tamatan dari pengajian itu bisa mengarang puluhan kitab kuning misalnya tentang masalah haji. Justru dari pengajian kitab kuning menjadi ulama mendirikan pesantren," ucapnya.Â
Baca selengkapnya di sini.Â
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
11 Kecamatan Banyumas Rawan Kekeringan, Ansor Minta Penanganan Tak Hanya Distribusi Air Bersih
4
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
5
Fachry Ali: Gus Dur Membuka Jalan Saya Melihat NU sebagai Objek Kajian Akademik
6
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Hasilkan Delapan Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua