Jatim

Khilma Anis Jelaskan 4 Prinsip Bekal Jadi Perempuan Tangguh

NU Online  ·  Ahad, 19 April 2026 | 10:00 WIB

Khilma Anis Jelaskan 4 Prinsip Bekal Jadi Perempuan Tangguh

Penulis Novel Hati Suhita, Ning Khilma Anis. (Foto: Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Penulis Novel Hati Suhita dan Wigati, Ning Khilma Anis, menyebutkan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam membangun kualitas keluarga dan masyarakat. Peran seorang ibu dalam kehidupan cukup luas dan tidak terbatas pada ranah domestik.

 

“Menjadi ibu tidak hanya soal menjalankan peran domestik, tetapi juga tentang membangun kekuatan batin, kecerdasan, serta keteladanan hidup,” ujarnya dilansir dari kanal youtube NU Online, Kamis (16/04/2026).

 

Ning Khilma Anis menjelaskan bahwa dalam mendidik anak, terdapat tiga hal penting yang perlu diamalkan, yaitu tutur, uwur, dan sembur. Tutur berarti memberikan nasihat yang baik, uwur adalah memberi teladan melalui tindakan nyata, sedangkan sembur dimaknai sebagai doa-doa baik yang terus dipanjatkan untuk anak.

 

“Orang tua harus membiasakan mendoakan yang baik dan indah untuk anak-anaknya, serta memberi motivasi yang menguatkan,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, disampaikan empat prinsip dalam istilah Jawa yang dapat menjadi bekal perempuan agar menjadi pribadi tangguh, yakni ngandel, kendel, bandel, dan kandel. Pertama, ngandel atau percaya. Seorang ibu harus memiliki keyakinan bahwa selain dirinya, anak-anak juga dalam penjagaan Allah swt.

 

“Sikap ini penting agar tidak terjebak dalam kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan anak,” tegasnya.

 

Kedua, kendel yang berarti berani. Keberanian menjadi kunci dalam meraih peluang hidup. Perempuan tidak boleh mudah menyerah pada keadaan, tetapi harus berani melangkah dan mengambil keputusan.

 

Ketiga, bandel yang dimaknai sebagai keteguhan hati dan tidak mudah terbawa emosi. Dalam hal ini, ibu diibaratkan sebagai sumur sinobo, yakni sumber solusi dan tempat bertanya bagi keluarga. Oleh karena itu, ibu tidak seharusnya menjadi sumur gemuling yang mudah mengumbar persoalan pribadi, terutama di media sosial.

 

“Ibu harus menjadi tempat yang menenangkan, bukan justru memperkeruh keadaan,” terang Ning Khilma Anis.

 

Keempat, kandel yang berarti memiliki bekal kuat, baik secara mental, spiritual, maupun ekonomi. “Bekal ini penting agar perempuan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan bijak,” katanya.

 

Selengkapnya klik di sini.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang