Konservasi Tanah, IPNU-IPPNU Ponorogo Tanam Vetiver
NU Online · Ahad, 15 Juni 2025 | 11:00 WIB
Ponorogo, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ponorogo melalui Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) menggelar Sosialisasi dan Penanaman Vetiver (Akar Wangi) sebagai wujud peduli lingkungan. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jumat- Sabtu (13-14/06/2025).
Penjabat (Pj) Ketua PC IPNU Ponorogo, Muhamad Masduqi Mahfud, mengatakan Vetiver atau akar wangi dipilih karena memiliki akar yang kuat dan pertumbuhan yang cepat, sehingga rumput jenis ini cocok digunakan dalam konservasi tanah.
”Vetiver atau akar wangi sejenis rumput yang perkembangannya itu cepat dan akar-akarnya juga cepat bertumbuh serta kuat menembus area lereng atau bebatuan, sehingga cocok digunakan untuk konservasi tanah,” katanya.
Dirinya mengungkapkan, alasan dipilihnya Desa Dayakan sebagai lokasi penanaman vetiver karena konstruksi tanah di daerah setempat berpotensi terjadi bencana alam. Menurutnya, Desa Dayakan memang kerap dilanda longsor hingga pergerakan tanah.
“Beberapa kontruksi tanah di Dayakan itu mudah longsor, serta beberapa kali juga terjadi bencana yang kemudian menjadi potensi tempat penanaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sosialisasi sebelum penanaman dilakukan agar peserta dan masyarakat sekitar dapat mengerti urgensi menanam, cara menjaga dan merawat lingkungan sekitar dengan serius, serta peran pentingnya untuk alam.
“Sosialisasi dilakukan karena kebanyakan kasus program menanam itu hanya terlihat sukses ketika menanam saja, tidak pada perawatannya. Jadi prinsipnya kegiatan ini bentuk solusi dari masalah yang terjadi dan diharapkan yang terlibat dapat menjaga dengan serius,” jelasnya.
Selaras dengan hal itu, Ketua PC IPPNU Ponorogo Azza Fahreza, berharap penanaman akar pohon ini menjadi langkah awal untuk membentuk karakter yang memilik usaha timbal balik yang baik untuk alam.
“Usaha kita merawat alam ini masih terbilang kecil, karena sebenarnya PR terbesar yang menjadi tantangan kita adalah kesadaran merawat, kepekaan terhadap lingkungan. Bumi itu selalu dikeruk oleh manusia. Jadi kita juga harus sadar, sudah kasih apa ke bumi yang kita tumpangi ini,” terangnya.
Selengkapnya klik di sini
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua