Jatim

LAZISNU Sidoarjo Bekali Pelajar Praktik Pemulasaraan Jenazah

NU Online  ·  Rabu, 4 Maret 2026 | 09:00 WIB

LAZISNU Sidoarjo Bekali Pelajar Praktik Pemulasaraan Jenazah

Tim Rohis LAZISNU Sidoarjo menggelar praktik perawatan jenazah di depan ratusan siswa SMPN 2 Sukodono, Selasa (03/03/2026). (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sidoarjo menginisiasi program edukasi nilai-nilai keislaman bagi pelajar pada sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Sidoarjo. Program ini dikemas dengan kegiatan Pondok Ramadhan.

 

‎‎Ketua LAZISNU Sidoarjo Dodi Dliya’uddin mengatakan tujuan program ini untuk menanamkan jiwa kepedulian sosial dan kemandirian dalam menjalankan ibadah harian pelajar. Adapun salah satu agendanya ialah memberikan pemahaman mendalam mengenai zakat, infak, dan sedekah, serta praktik perawatan jenazah.

 

‎"Kami hadir untuk memberikan pembelajaran tentang nilai-nilai keislaman, seperti zakat, infak, dan sedekah. Menariknya, kali ini kami bekerja sama dengan Asosiasi Modin Republik Indonesia (AMRI) untuk memberikan edukasi tentang tata cara merawat jenazah," katanya kepada NU Online Jatim saat ditemui di SMPN 2 Sukodono, Selasa (03/03/2026).

 

Dodi mengungkapkan, keterampilan merawat jenazah ini sangat penting karena termasuk bagian dari ritual penting di tengah-tengah masyarakat yang harus dikuasai oleh generasi muda.

 

‎"Program pemulasaraan jenazah ini mencakup materi komprehensif, mulai dari cara memandikan, mengkafani, menyalati, hingga proses penguburan." ungkapnya

 

‎Kegiatan ini dilakukan secara serentak pada delapan SMPN di Kabupaten Sidoarjo. Agenda ini dimulai pada minggu kedua Ramadhan serta direncanakan berlangsung hingga tanggal 17 Maret 2026.

 

‎"Ini adalah bentuk bakti kami untuk menumbuh kembangkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya berzakat dan bersedekah sejak dini, sekaligus langsung praktik dengan mengisi infak sukarela di kotak yang kami siapkan saat materi berlangsung," tegasnya.

 

‎Sementara itu, Kepala SMPN 2 Sukodono, Mar’atus Solichah, mengemukakan bahwa rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan di sekolah berlangsung selama tujuh hari. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah membagi jadwal bagi seluruh tingkatan kelas agar materi tersampaikan dengan optimal.

 

“Kami bekerja sama dengan LAZISNU Sidoarjo selama tujuh hari penuh. Untuk kelas 8 dan 9 mendapatkan porsi enam hari, sementara kelas 7 selama tiga hari,” ucapnya.

 

Selengkapnya klik di sini.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang