Internasional

2025, PCINU Taiwan Lakukan Pemulasaraan Jenazah 130 WNI Sebelum Dipulangkan ke Tanah Air

NU Online  ·  Kamis, 1 Januari 2026 | 21:00 WIB

2025, PCINU Taiwan Lakukan Pemulasaraan Jenazah 130 WNI Sebelum Dipulangkan ke Tanah Air

Shalat jenazah bagi WNI yang akan dipulangkan dari Taiwan. (Foto: dok PCINU Taiwan)

Jakarta, NU Online

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan bersinergi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dalam peran strategis organisasi keagamaan dan negara dalam urusan kemanusiaan. Sepanjang 2025 tercatat sebanyak 130 jenazah warga negara Indonesia (WNI) telah dipulangkan ke Tanah Air. PCINU Taiwan berperan memusarakan hingga menshalatkan jenazah para WNI tersebut.


Ketua  PCINU Taiwan, Muhammad Ghofur menyampaikan bahwa angka ratusan jenazah ini bukan sekadar statistik, melainkan potret getir risiko yang dihadapi pekerja migran Indonesia (PMI) dan WNI di negeri Formosa. 

 

Ia menambahkan, proses pemulasaran jenazah dilakukan secara khidmat dan bermartabat, tanpa membedakan status administratif korban. Jenazah yang ditangani berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari PMI Resmi, PMI Overstay (PMIO), WNI Overstay, hingga anak dari PMI Overstay.

 

“Jenazah tersebut merupakan akumulasi dari bulan Januari sampai Desember 2025, dengan peningkatan signifikan pada periode akhir tahun,” ujarnya saat dihubungi NU Online, Kamis (1/1/2026).

 

Penyebab meninggal dunia sangat beragam, antara lain sakit mendadak, kecelakaan dalam bekerja, kecelakaan lalu lintas, hingga faktor kesehatan kronis yang tidak tertangani secara optimal.


“Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya penguatan perlindungan, edukasi kesehatan, dan pendampingan menyeluruh bagi PMI di Taiwan,” ujarnya.

 

Ghofur mengungkapkan bahwa sebagian latar belakang korban di antaranya merupakan warga NU, meski identitas pribadi tetap dijaga demi etika dan empati.


“Dari data dan pendampingan yang ada, terdapat beberapa korban yang berlatar belakang warga NU atau keluarga Nahdliyin. Namun, PCINU Taiwan menjaga etika dan empati dengan tidak membuka identitas pribadi korban,” katanya.


Secara umum, lanjutnya, para korban berasal dari sektor manufaktur, perawatan lansia, dan sektor informal, dengan kondisi sosial ekonomi sederhana serta motivasi kuat untuk menopang kehidupan keluarga di Indonesia.


Pemulangan jenazah dilakukan melalui jalur penerbangan internasional dengan melibatkan KDEI Taipei, rumah sakit setempat, maskapai penerbangan, serta keluarga korban di Tanah Air. Proses pengiriman dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kelengkapan dokumen dan kesiapan pihak keluarga.


“Jenazah dipulangkan ke berbagai daerah di Indonesia, antara lain pulau Jawa, Sumatra, dan daerah di luar Jawa, serta beberapa wilayah lainnya, sesuai asal daerah korban,” jelas Ghofur.


Kerja sama PCINU Taiwan dan KDEI Taipei, menurut Ghofur, bukan sekadar teknis administratif, melainkan wujud tanggung jawab kemanusiaan dan keagamaan. “Kerja sama ini dilandasi oleh tanggung jawab kemanusiaan dan keagamaan. PCINU Taiwan memiliki peran sosial-keumatan, sementara KDEI Taipei memiliki otoritas resmi dan kewenangan negara,” ujarnya.


Apresiasi atas peran PCINU Taiwan juga disampaikan oleh perwakilan KDEI Taipei, Wawan, yang hadir dalam kegiatan istighotsah bersama. “Menurut beliau, kehadiran PCINU Taiwan tidak hanya membantu secara teknis dan spiritual, tetapi juga menjadi mitra strategis KDEI dalam menjangkau komunitas PMI secara langsung,” ungkap Ghofur menirukan pernyataan Wawan.

 

Dalam Istighotsah Akhir-Awal Tahun sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj di Taipei, Wawan secara terbuka menyampaikan penghargaan atas dedikasi PCINU Taiwan.


“Kami berharap kedepannya PCINU Taiwan dan KDEI Taipei bisa terus bersinergi dalam proses pemulasaran dan memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah para pahlawan devisa yang gugur dalam bertugas,” ujar Wawan.


Ke depan, PCINU Taiwan menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan pendampingan bagi PMI, tidak hanya dalam situasi kedaruratan dan kematian, tetapi juga pada aspek pencegahan.


Langkah tersebut meliputi penguatan jaringan relawan NU di Taiwan, edukasi preventif terkait kesehatan dan keselamatan kerja, peningkatan koordinasi dengan KDEI, LSM, serta komunitas PMI, hingga penguatan doa bersama dan pendampingan spiritual.


“Kami siap terus membantu dan bersinergi. Namun, tentu harapan terbesar kami adalah semoga seluruh PMI di tanah Formosa senantiasa berada dalam perlindungan Allah swt, diberikan kesehatan, dan keselamatan dalam bekerja hingga kembali ke tanah air,” ungkap Ghofur.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang