Surabaya, NU Online Jatim
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)Ā KH Miftachul AkhyarĀ menyampaikan bahwa ibadah puasa merupakan sebuah perisai atau baju anti peluru bagi spiritual umat Muslim. Keterangan itu mengutip sebuah hadits Rasulullah: āAs-shiyamu junnatunā (puasa adalah perisai).
āDi akhir Ramadhan ini, kita seharusnya semakin percaya diri sebagai Muslim karena perisai kita semakin kuat,ā ujarnya dalam acara Buka Bersama Ramadhan 1447 H yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kegiatan itu dipusatkan di Aula KH M Hasyim Asy'ari, Gedung PWNU Jatim, Ahad (15/03/2026).
Mustasyar PWNU Jatim itu menjelaskan, setelah melewati puluhan hari di bulan Ramadhan, seorang mukmin seharusnya merasa lebih percaya diri dan aman dari godaan nafsu maupun rintangan hidup.
āSebab, puasa itu melatih kesadaran batin yang membuat pelakunya semakin tangguh dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama,ā ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadhan sering disebut sebagai Syahrun Intishar, yakni bulan kemenangan. Dalam sejarah Islam, banyak peristiwa besar dan kemenangan penting terjadi pada bulan suci ini. Ia merinci setidaknya 10 peristiwa besar Islam yang dimenangkan pada bulan Ramadhan.
āMulai dari Perang Badar, Fathu Makkah, hingga kemenangan umat Islam di wilayah yang kini dikenal sebagai Portugal. Narasi ini untuk mematahkan anggapan bahwa puasa bersifat kontraproduktif terhadap produktivitas kerja manusia,ā tuturnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga NU menjadikan semangat kemenangan Ramadhan sebagai energi untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat persatuan, serta memperbesar kontribusi bagi umat dan bangsa.
"Karena bulan Ramadhan bukanlah bulan untuk bermalas-malasan, melainkan bulan kemenangan," tutur Pengasuh Pondok Pesantren MiftachussunnahĀ SurabayaĀ ini.Ā
Dirinya juga menceritakan dialog antara Khalifah Umar bin Khattab dan sahabat Ubay bin Ka'ab mengenai hakikat takwa. Menurutnya, ketakwaan yang dimiliki umat Islam melalui ibadah puasa hendaknya dipungkasi dengan pahala yang berlipat.
āKetakwaan yang sudah kita miliki melalui puasa ini harus ditutup dengan kehati-hatian dan kewaspadaan," pungkasnya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum
3
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme PolitikĀ
4
Korban Meninggal di Lebanon Akibat Serangan Israel Tembus 1.368 Orang
5
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
6
Kepala Intelijen Pasukan Garda Revolusi Iran Majid Khademi Gugur
Terkini
Lihat Semua