Rais Syuriyah PBNU Tekankan Peran Strategis NU sebagai Fondasi Keagamaan Nahdliyin
NU Online · Ahad, 25 Januari 2026 | 17:00 WIB
Sumenep, NU Online Jatim
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abd A’la Basyir, menekankan peran strategis NU dalam mengawal dan menguatkan paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Hal demikian perlu agar tetap menjadi fondasi kehidupan keagamaan Nahdliyin.
“Terutama di tengah perubahan sosial dan tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya saat pertemuan jajaran harian Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep 2025–2030, di kediamannya kompleks Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep, Jumat (23/01/2026).
Mustasyar PCNU Sumenep ini menyebutkan, konsistensi NU dalam menjaga manhaj Aswaja tidak hanya penting untuk internal jamiyah, tetapi juga bagi keteguhan umat dalam merawat Islam yang moderat.
“Serta, berakar pada tradisi, dan responsif terhadap realitas kebangsaan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, amanah sebagai pengurus NU menuntut kedewasaan spiritual, emosional, dan organisatoris. Menurutnya, seorang pengurus NU harus mampu ‘selesai dengan dirinya sendiri’ sebelum berbicara tentang kepentingan jamiyah yang lebih luas.
“NU bukan ruang pelampiasan konflik personal. Jika urusan pribadi belum tuntas, itu akan mengganggu khidmah dan merusak kerja organisasi,” ujar Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua