LD PBNU Akan Gelar Doa dan Dzikir Kebangsaan di Istana Negara 1 Agustus 2024
NU Online · Jumat, 19 Juli 2024 | 07:30 WIB
Jakarta, NU Online
Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana akan menggelar doa dan dzikir kebangsaan di Istana Negara, pada 1 Agustus 2024 mendatang, yang akan dihadiri Presiden Jokowi dan para ulama nasional.
Untuk mempersiapkan itu, LD PBNU telah melakukan rapat bersama LD PWNU se-Indonesia secara daring pada Rabu (17/7/2024).
Pelaksana Harian (Plh) Ketua LD PBNU KH Choirul Anam mengharapkan agar gelaran doa dan dzikir kebangsaan itu bisa menjadi sarana untuk membangun sinergi organisasi dan menguatkan ukhuwah.
“Sekaligus menjadi momentum bagi LDNU untuk melakukan konsolidasi secara nasional, membahas isu-isu keumatan serta mencari solusinya atas pelbagai persoalan yang ada,” ujar Kiai Choirul Anam, sebagaimana dikutip NU Online Lampung.
Sementara itu, Sekretaris LD PBNU H Nurul Badruttamam menyampaikan bahwa acara doa dan dzikir kebangsaan akan difasilitasi oleh pemerintah, sehingga para peserta diharapkan mengikuti tata tertib protokoler istana.
“Semuanya akan terjadwal, maka ikuti aturan yang diberikan istana negara. Baik keberangkatan dari daerah masing-masing, kepulangan di bandara, acara di istana, dan sebagainya,” ungkap Nurul.
Acara doa dan dzikir kebangsaan ini akan diikuti oleh 50 delegasi dari unsur LDNU dan beberapa instansi terkait. Acara akan dimulai pukul 17.30 WIB.
Baca selengkapnya di https://lampung.nu.or.id/amp/warta/rapat-persiapan-ld-pbnu-akan-gelar-doa-dan-dzikir-kebangsaan-di-istana-negara-7tlVW
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua