Belum Tahu Profil Caleg yang akan Dipilih? Cek di Situs Web Ini
NU Online · Selasa, 13 Februari 2024 | 22:20 WIB
Haekal Attar
Kontributor
Jakarta, NU Online
Hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan segera tiba pada Rabu, 14 Februari 2024. Saat ini, tahapan Pemilu 2024 sedang memasuki masa tenang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melarang segala bentuk kampanye dengan tujuan apa pun. Sejak hari Ahad, 11 Februari 2024, KPU bekerja sama dengan aparatur pemerintahan dari tingkat kelurahan hingga provinsi untuk membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang tersebar di berbagai tempat.
Meski jumlah APK yang sangat banyak tersebut, membuat seorang warga Cakung, Jakarta Timur bernama Rizki merasa kurang mengenal calon legislatif (Caleg), padahal poster dan baliho-baliho mereka tersebar luas.
"(Kenal caleg) enggak sampai 20 persen sih, namanya cuma lihat sekilas di jalan-jalan, jadi ya enggak terlalu fokusin sama itu. Dari aku sih harapannya untuk baliho-baliho seperti itu dikurangi (dibatasi) jangan sebanyak itu malah buat kotor jalan. Bahkan sampai maku-makuin pohon coba," katanya kepada NU Online Senin (12/2/2024).
Untuk mencegah kebingungan saat mencoblos, sebuah platform telah mengembangkan simulasi kertas suara untuk setiap daerah pemilihan di seluruh Indonesia. Melalui platform ini, calon pemilih dapat memeriksa daftar calon legislatif (Caleg) di wilayah mereka dan juga mengetahui posisi caleg yang mereka pilih di kertas suara.
Untuk menggunakan simulasi kertas suara pemilu, ikuti langkah-langkah berikut:
- Kunjungi situs web https://goodkind.id/pemilu
- Pilih kabupaten/kota dan kecamatan tempat pencoblosan Anda
- Klik tombol "Simulasi kertas suara" untuk memulai
- Pilih bagian atas layar sesuai dengan jenis surat suara yang ingin Anda simulasi, termasuk DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPD, atau Pilpres (Presiden dan Wakil Presiden)
- Klik nama peserta Pemilu untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai calon tersebut.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua