Gorontalo, NU Online
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakankemenag) Provinsi Gorontalo, Muhajirin Yanis, menilai perilaku siswa madrasah dengan mencium tangan guru pada saat apel sebelum masuk kelas, layak dibudayakan kembali.<>
"Budaya siswa cium tangan guru ini merupakan bagian dari konsep baru yang sedang dikembangkan Kementerian Agama, yang dikenal dengan sebutan desain tri konsep bina siswa," katanya, Senin.
Dia mengatakan, tiga konsep pembinaan yang menjadi satu kesatuan ini meliputi pembinaan intelektual, potensi siswa serta akhlak dan mental mereka.
Menurutnya, desain pendidikan ini merupakan strategi menyikapi gempuran perubahan pendidikan yang mengglobal, serta penangkal terjadinya kemorosotan moral umat yang kian terjadi dewasa ini.
Pihaknya mengharapkan, konsep ini dapat menciptakan madrasah yang berkarakter, inovatif, berkompetensi dan menjadi lokomotif bagi madrasah lainnya.
"Terjadinya perubahan pola pendidikan termasuk dalam proses pembelajaran saat ini telah banyak mempengaruhi karakter para anak didik kita. Karena itu perlu memberikan pembinaan kepada mereka melalui tri konsep bina siswa," ujarnya.
Konsep ini akan diterapkan di seluruh madrasah tingkat menengah pertama dan menengah atas yang ada di Gorontalo.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Syukur Batin dan Syukur Lahir: Mengakui Nikmat dan Menggunakannya untuk Taat
2
Khutbah Jumat: Isi Hati dengan Maaf, Bukan dengan Dendam
3
Khutbah Jumat: 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan
4
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
5
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
6
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
Terkini
Lihat Semua