Dakwah Islam, LDNU: Tugas Suci Warisan Rasulullah SAW
NU Online · Rabu, 29 Januari 2020 | 18:15 WIB
LDNU menginisiasi istighotsah kubro dan ijazah kubro di Gedung PBNU, Rabu (29/1) malam. (Foto: NU Online/AR Ahdori)
Abdul Rahman Ahdori
Kontributor
Ketua Lembaga Dakwah Nahdaltul Ulama (LDNU), KH Agus Salim, mengatakan warga NU harus mau terus melakukan dakwah Islam serta hadir di kegiatan-kegiatan mauidzah hasanah yang disampaikan oleh para ulama. Menurutnya, dakwah Islam adalah tugas suci yang diwariskan Rasulullah SAW.
“Dakwah itu tugas suci yang dilakukan nabi, sahabat nabi, ulama dan sekarang oleh NU. Mudah-mudahan kita selalu diberikan kekuatan oleh Allah SWT,” kata Kiai Agus Salim saat sambutan pada acara Istighotsah Kubro dan Ijazah Kubro di halaman Gedung PBNU, Rabu (29/1) malam.
Rasulullah, ucap dia, melakukan dakwah di Makkah dan Madinah selama 23 tahun. Dampaknya sangat menggembirakan, yang awalnya masyarakat menyembah berhala berubah menjadi penyembah Allah SWT. Selain itu, saat dakwah, Rasulullah selalu mendapatkan kemenangan karena diridhai Allah SWT.
Ia juga bersyukur, LDNU berkomitmen melakukan kegiatan-kegiatan istighotsah yang isinya terdapat kegiatan-kegiatan positif dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurut dia, semua kegiatan LDNU semata agar masyarakat Indonesia dekat dengan tuhan-Nya yakni Allah SWT.
Di tempat yang sama, Ketua PBNU KH Manan Abul Ghani menuturkan, Islam mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Karenanya, sebagai umat Nabi Muhammad, masyarakat muslim Indonesia harus mengikuti serta patuh dalam pelaksanaannya.
Keberhasilan dakwah nabi dan para sahabat, ujar Kiai Manan, dibuktikan dari masuknya agama Islam ke berbagai daerah pelosok seperti Indonesia. Para ulama di Indonesia pun, dengan tulus mewariskannya kepada anak cucunya sehingga bersyukur di Indonesia semua ragam ilmu keislaman ada.
“Ada ilmu tafsir, ada balaghah. Dan mereka menuliskan. Ada yang ahli nahwu, sharaf, balaghah,” tuturnya.
Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua