31 Januari, PBNU Gelar Peringatan Harlah Ke-94 NU Versi Masehi
NU Online · Selasa, 28 Januari 2020 | 04:30 WIB
Acara Harlah dimulai dengan khotmil qur'an di Masjid An-Nahdlah PBNU pada Jumat pagi, kemudian seusai shalat Jumat acara dilanjut dengan peletakkan batu pertama perluasan Gedung PBNU oleh Rais 'Aam KH Miftachul Akhyar.
Pada malam harinya, tasyakur Harlah yang akan dihadiri Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin, keluarga pendiri NU, dan Keluarga Besar NU.
Seusai tasyakur Harlah dilanjut dengan peluncuran Koin Muktamar dengan pembawa acara Menteri Kelautan 2014-2019 Susi Pudjiastuti. Pada peluncuran koin ini juga akan dihadiri Pesepak bola Indonesia Bambang Pamungkas dan suami penyanyi Syahrini, Reino Barack.
"Beberapa temen-temen milenial juga Insya Allah datang. Kedatangan mereka sebenarnya hormat terhadap peringatan Harlah NU dan tertarik dengan semangat kemandirian NU," kata Ketua Panitia Harlah ke-94 M NU yang juga Wakil Sekjen PBNU H Andi Najmi Fuadi di Gedung PBNU, Senin (26/1).
Andi menyatakan bahwa Harlah tahun ini mengusung tema Meneguhkan Kemandirian NU bagi Peradaban Dunia. Kemandirian yang dimaksud bukan hanya tentang ekonomi, melainkan juga dalam bidang sosial, politik, dan lainnya. Menurutnya, jika kemandirian bisa dilakukan secara optimal maka akan mengurangi beban pemerintah.
"Kemandirian itu bukan berarti kita berhadapan dengan pemerintah, tetapi baagaimana mengeksploitasi di dalam NU. Semangat kemandirian adalah memperkuat keberadaan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan nasional," kata Andi.
Ia mencontohkan bagaimana pentingnya koin muktamar. Manfaat koin muktamar disebutnya banyak. Salah satu penggunaan koin muktamar dalam waktu pendek adalah untuk pembiayaan Muktamar ke-34 NU yang diselenggarakan di Lampung pada Oktober 2020.
"Bagaimana eksistensi negara harus semakin kokoh itu kan manfaaat untuk masyarakat bangsa. Kemudian juga di muktamar membicarakan penguatan sektor ekonomi masyarakat. Itu manfaat yang akan diperoleh. Impact kepada masyarakat baik yang berpartisipasi maupun yang tidak berpartisipasi dalam koin muktamar," jelasnya.
Ia mengajak warga NU, khususnya yang ada di sekitar Jakarta untuk datang dan bersama-sama tabarrukan pada Harlah NU.Â
NU lahir pada 31 Januari 1926 silam di Surabaya, Jawa Timur. Tanggal tersebut bertepatan dengan 16 Rajab 1344. Selain memperingati Harlah versi masehi, Harlah NU juga diperingati dalam versi hijriah, yaitu pada setiap 16 Rajab.
Pewarta: Husni Sahal
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua