Gerakan Pramuka Dorong Sikap Menghargai Perbedaan
NU Online · Selasa, 17 Desember 2019 | 11:00 WIB
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, H Asrorun Niam Soleh saat membuka secara resmi kegiatan Kemah Pelajar 4.0 (KEPPO) yang diselenggarakan oleh Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta Selatan, Selasa (17/12) siang. (Foto: NU Online/Rahman Ahdori)
Abdul Rahman Ahdori
Kontributor
Pernyataan terkait karakter pramuka tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, H Asrorun Niam Soleh saat membuka secara resmi kegiatan Kemah Pelajar 4.0 (KEPPO) yang diselenggarakan oleh Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (17/12) siang.
Ia mengatakan, makna Bhinneka Tunggal Ika adalah menyadari perbedaan antar individu antarlembaga pendidikan dan antardaerah. Namun, kesadaran tersebut justru menguatkan pemahaman kaitannya dengan hubugan sosial kemasyarakatan.
“Empat hari ke depan kalian akan berkumpul meneguhkan kesatuan kita yang diikat sesama Pramuka Nahdliyin dan sesama Indonesia. Meski kita berbeda asal sekolah beda gugus depan tetapi kita tetap satu. Inilah makna bhinneka tunggal ika. Perbedaan adalah fitrah kemanusiaan, tapi meski berbeda tidak ada skat yang memisahkan kita,” kata Asrorun Niam saat memaparkan kata sambutannya.
Ia menuturkan, sebagai seorang pelajar penerus kepemimpinan bangsa Indonesia jangan mempersolakan perbedaan tetapi harus memposisikan persamaan sebagai modal untuk membangun bangsa menjadi maju dan unggul.
Asrorun Niam berharap KEPPO oleh PP LP Ma’arif NU dapat mengasah kepribadian pelajar menjadi sosok individu yang kuat mental dan memiiki jiwa sosial yang tinggi. Jika ada yang mempersoalkan perbedaan, lanjutnya, maka hal tersebut adalah tantangan kita sebagai generasi penerus bangsa.
“Saya berharap kegiatan ini dapat mengasah kepribadian menjadin sosok individu yang kaut mental dan bersosial tinggi,” tuturnya.
Untuk diketahui, Kegiatan KPPO diselenggarakan untuk memperkuat akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan kelembagaan Sako Pramuka LP Ma'arif NU.
Perkemahan akan berlangsung sampai Jum’at (20/12) mendatang, peserta adalah pelajar sekolah dan madrasah yang dinaungi oleh PP LP Ma'arif NU di Jawa Barat, Jakarta dan Banten.
Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
Terkini
Lihat Semua