Hj Nuryati Ajak Muslimin Jadikan Amalan Ramadhan untuk Gapai Ridho Allah
NU Online · Ahad, 18 April 2021 | 14:45 WIB
Syifa Arrahmah
Kontributor
Jakarta, NU OnlineÂ
Promotor Halaqah Majelis Taklim, Ustadzah Hj Nuryati Murtadho, menyebutkan beberapa sebutan yang lazim disematkan pada bulan Ramadhan. Di antaranya, syahrul siyam, syahrul Qiyam, dan syahrul Qur'an. Hal itu disampaikannya pada tayangan kanal Youtube Halaqah Majelis Taklim, Ahad (18/4).
Â
"Syahrul Qur'an ini merupakan suatu yang menunjukkan bulan Ramadhan adalah bulan diturunkan Al-Qur'an. Al-Qur'an dari lauh mahfuz, bal huwa qur'anun majidun fi lauhil mafudz. Allah turunkan ke Baitul 'izza, kemudian selama 22 tahun 2 bulan 22 hari secara munajjaman (berangsur-angsur) melalui malaikat Jibril Allah sampaikan kepada Nabi kita Muhammad. Puasa yang kita lakukan, Al-Qur'an yang kita baca akan menjadi syafaat bagi kita semua," terang Hj Nuryati.
Â
"Kalau di dunia kita banyak mencari pertolongan pada orang lain, tetapi, di akhirat tidak banyak kita minta pertolongan kepada orang lain," imbuhnya.
Â
Dijelaskan pula oleh Hj Nuryati, Al-Qur'an wa siyam yasfa'an yang menjadi suatu ajakan untuk berpuasa dan beribadah karena Allah, karena, kelak di akhirat amalan itu akan menjadi saksi umat manusia di hadapan Allah.
Â
"Begitu juga Al-Qur'an yang kita baca akan berbicara, inni mana'tun naum fil laili wa syafi'ini fihi. Orang-orang meninggalkan tidur di waktu malam maka hari ini aku akan memberi syafaat kepadanya," ungkapnya.
Â
Demikian juga dikatakan oleh Nabi SAW dalam suatu hadits, lanjut Hj Nuryati, bahwasanya Nabi menganjurkan kepada umatnya untuk membaca Al Qur'an semata-semata karena mencari ridho Allah.
Â
"Al Qur'an yang kita baca satu huruf akan menjadi satu kebaikan. Satu kebaikan Allah lipatgandakan menjadi sepuluh. La alif lamun harfun, tidak menjadi satu huruf, tapi, alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf yang menjadikannya 30 kebaikan," lanjutnya.
Â
Hj Nuryati juga mengajak di bulan yang penuh berkah ini untuk senantiasa mendawamkan membaca Al Qur'an. "Sebagai amal baik yang kita yakini kelak akan menjadi penolong kita," tutupnya.Â
Â
Kontributor: Syifa ArrahmahÂ
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua