Kiai Ali Masykur Musa Jelaskan Ada Lajnah Khusus Perempuan di JATMAN, Apa Tugasnya?
NU Online · Kamis, 13 Februari 2025 | 20:00 WIB
KH Ali Masykur Musa dalam konferensi pers usai menerima SK kepengurusan dari Waketum PBNU Amin Said Husni, pada Kamis (13/2/2025). (Foto: NU Online/Suwitno)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Mudir 'Ali Jam'iyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) KH Ali Masykur Musa mengatakan bahwa ada Lajnah Wanita Ahlith Thoriqah An-Nahdliyah (Wathonah) yang khusus bagi pengurus perempuan di JATMAN.
“Idarah Aliyah ada lajnah yang namanya adalah Lajnah Wathonah,” ujar Kiai Ali kepada NU Online di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat pada Kamis (13/2/2025).
Kiai Ali menjelaskan bahwa Lajnah Wathonah adalah perkumpulan perempuan yang berisi para pengamal thariqah mu’tabarah di bawah naungan JATMAN.
Ia menyampaikan bahwa Lajnah Wathonah memiliki tugas mengorganisasi kegiatan thariqah di JATMAN untuk perempuan.
Kiai Ali mengatakan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh Lajnah Wathonah bukan hanya untuk perempuan, sedangkan kegiatan yang diselenggarakan oleh JATMAN bukan hanya untuk laki-laki saja. Pada momen-momen tertentu, keduanya bisa saling berkolaborasi dalam menggelar kegiatan.
“Namun demikian, bukan perempuan untuk perempuan, bukan laki untuk laki, dalam hal tertentu memang bersama-sama, antara yang ibu-ibu dan bapak-bapak, perempuan dan laki-laki untuk menyelenggarakan (kegiatan)," ujar Kiai Alk.
Pengasuh Pondok Pesantren Pasulukan Al-Masykuriyah, Condet, Jakarta Timur itu mencontohkan bahwa salah satu kegiatan JATMAN yang diselenggarakan oleh laki-laki dan perempuan adalah istighotsah kubro pada semua tingkatan.
Sebagai informasi, Waketum PBNU Amin Said Husni telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan JATMAN masa khidmah 2025-2030 kepada Mudir 'Ali Jam'iyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) KH Ali Masykur Musa di Gedung PBNU, pada Kamis (13/2/2025) hari ini.
Kiai Ali menyampaikan bahwa struktur SK Kepengurusan ini mencerminkan empat hal.
Pertama, Struktur SK ini mencerminkan sejarah panjang JATMAN, yang mewakili para pendiri sejak 1957, seperti yang dapat dilihat pada representasi dari Berjan Purworejo, Mranggen, serta pondok-pondok besar yang ada.
Kedua, kepengurusan ini mencerminkan peran ulama khos yang bergerak dalam bidang tasawuf, yang tersebar mulai dari Jawa hingga luar Jawa, dengan pondok-pondok thariqah sebagai pusat kegiatan.
Ketiga, struktur ini mencerminkan perubahan semangat dan kesatuan antara pengamal thariqah dari periode sebelumnya, termasuk pondok thariqah di Sumatra yang akhirnya berkolaborasi dengan Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah.
Keempat, struktur ini mencerminkan keberadaan para profesional sufi modern, yang menunjukkan bahwa thariqah tidak harus meninggalkan profesionalitas dan dunia keseharian.
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagai Lokasi Pembukaan Munas-Konbes NU 2026
2
TNI-Polri Hadang Massa Aksi BEM UI yang Hendak Menuju Bundaran HI
3
Selain TNI-Polri, Komcad Juga Disiagakan saat Aksi Indonesia Bangkrut
4
Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Pengerahan TNI dan Komcad dalam Aksi Indonesia Bangkrut
5
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Hari Ini, Berikut Tuntutannya
6
Peaceful Muharam 1448 H, Kemenag Gelar Standardisasi Kosakata Isyarat hingga Akurasi Titik Kiblat
Terkini
Lihat Semua