Kiai Harus Tegas Tolak Korupsi dan Politik Transaksional
NU Online · Sabtu, 29 Maret 2014 | 18:03 WIB
Situbondo, NU Online
Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi meminta para kiai untuk kembali pada semangat moral agama dalam hal kepemimpinan. Mereka harus bersuara tegas bahwa politik transaksional dan kejahatan korupsi merupakan pelanggaran agama.
<>
“Mereka harus dipacu berani berteriak atas terjadinya dua hal itu. Jangan karena semisal menantunya mencalonkan diri, maka dia jadi diam saja,” terang Kiai Hasyim ketika ditanya perihal tujuan jangka pendek konferensi internasional yang diselenggarakan ICIS, Sabtu-Ahad (29-30/3).
Kata Rais Syuriyah PBNU Kiai Hasyim, para kiai harus menyerukan moral politik kepada para politikus. Mereka penting untuk mendorong terutama partai politik bahwa pemimpin atau politikus harus memenuhi kriteria pemimpin.
Pengasuh pesantren Al-Hikam Depok ini menyebutkan sekurangnya tiga kriteria pemimpin menurut Islam. Semua itu menyangkut integritas, visi membawa negara, dan kompetensi. Dari sini, para kiai berkewajiban melihat jejak rekam bakal calon legislatif maupun eksekutif.
Karena pemimpin itu pada gilirannya akan menentukan kebijakan dan nasib orang se-Indonesia. Para kiai harus mengimbau partai politik untuk tidak main-main dalam amanah yang diserahkan rakyat.
“Di samping itu, kita ingin membangkitkan ulama antikejahatan korupsi,” tegas mantan Ketum PBNU ini di area konferensi internasional di pesantren Salafiyah Syafi'iyyah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo.
Gerakan antikejahatan korupsi kita ini, smabung Kiai Hasyim, memerlukan dukungan luar biasa. Karena, gerakan KPK mesti dihadang koruptor dengan segala cara seperti hukum, politik, dan sebagainya. Maka aparat pemberantas kejahatan korupsi harus diperkuat oleh para kiai.
Semangat moral kiai ini harus dibangkitkan. Para kiai ini disadarkan bahaya dari kejahatan korupsi. “Pokoknya kiai harus melawan korupsi, siapa pun koruptornya dan berapa pun angkanya?” tandas Kiai Hasyim. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
2
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
3
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
4
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
5
200 Ribu Anak Terpapar Judol, Komdigi: Peran Tokoh Agama hingga Orang Tua Penting sebagai Benteng
6
LBH Sarbumusi Desak APH Tindak Dugaan Penyelewengan Dana MBG
Terkini
Lihat Semua