Lebih Baik Mana, Membantu Orang Miskin atau Haji Berkali-kali?
NU Online · Sabtu, 25 Juni 2022 | 05:00 WIB
Patoni
Penulis
Jakarta, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zakky Mubarak menjelaskan bahwa Islam sebagai agama terakhir yang sempurna dan diridhai oleh Allah swt memberikan petunjuk yang lengkap kepada semua umat manusia yang mau mengikutinya. Salah satu petunjuknya adalah menekankan asas manfaat dalam setiap amal dan perbuatan.
Menurutnya, ukuran baik atau tidaknya suatu amal dan perbuatan ditentukan dari segi manfaatnya baik bagi perseorangan, kelompok, dan masyarakat.
Baca Juga
Keutamaan Sedekah di Hari Jumat
"Sebagai contoh, menyantuni orang yang susah dan mereka yang kesulitan dalam kehidupan ekonomi, lebih baik dari melaksanakan ibadah haji yang kedua kali atau ketiga kalinya," jelas Kiai Zakky Mubarak dikutip NU Online, Jumat (24/6/2022) dari Facebook-nya, Zakky Mubarak Syamrakh.
Karena, menurut Kiai Zakky, kewajiban ibadah haji hanya satu kali saja, sedangkan membantu orang-orang yang miskin dan menyantuni mereka yang ditimpa kesulitan lebih banyak manfaatnya untuk umat.
Ketua Lembaga Dakwah PBNU 2010-2015 ini mengisahkan, sahabat Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa ada seorang sahabat Nabi Muhammad saw yang melewati lembah terpencil, di sana terdapat mata air yang tawar dan jernih. Sahabat mengagumi tempat tadi, ia berkata:
"Bagaimana jika aku mengasingkan diri dari orang yang ramai, dan tinggal di lembah itu untuk beribadah kepada Allah swt sebanyak-banyaknya dengan khusyu’ dan penuh ketenangan”. Namun demikian belum berani melaksanakan rencananya sebelum meminta izin kepada Rasulullah saw Setelah menjumpai Rasulullah dan menyampaikan maksudnya, beliau menjawab: “Jangan kamu lakukan, sebab kedudukan salah seorang diantaramu berjuang di jalan Allah lebih utama dari pada melaksanakan shalat selama tujuh puluh tahun, tidakkah kamu menghendaki ampunan Allah dan dimasukkan ke dalam surga? Berjuanglah di jalan Allah, barangsiapa berjuang di jalan-Nya maka ia akan mendapatkan surga." (HR Tirmidzi, Ahmad, dan Baihaqi).
"Kegiatan yang paling diutamakan adalah yang paling banyak mendatangkan manfaat, baik dalam kehidupan dunia maupun dalam kehidupan akhirat," terang Kiai Zakky.
Baca Juga
Ketika Kiai Hasyim Haramkan Ibadah Haji
Ia menegaskan bahwa asas yang paling manfaat dalam beramal harus selalu diprioritaskan. Hal ini juga berlaku dalam mengutamakan ilmu dari segi ibadah. Ibadah manfaatnya untuk pelakunya, sedang ilmu bermanfaat untuk umat secara umum.
"Ilmu dapat membimbing umat manusia menuju kesuksesan duniawi dan ukhrawi serta kebahagiaan lahir dan batin," tandas Kiai Zakky.
Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua