Jakarta, NU Online
Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) menyesalkan nasib petani garam yang makin terpuruk. Hal itu diisebabkan rendahnya harga garam, tata niaga, infrastruktur, dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani.<>
Demikian diungkapkan Pengurus Pusat LPNU Mustholihin Majid selepas Focus Group Discussion (FGD) Pra Kongres Garam Nasional dengan tema Menuju Swasembada Garam dan Kesejahteraan Petani Garam Indonesia, Jumat (27/4) mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB di Hotel Sofyan, Jl. Cut Meutia No. 9 Jakarta Pusat.
“Kinerja departemen terkait petani garam misalnya, masih egosektor. Departemen mengedepankan ego masing-masing. Tidak bekerja secara holistik,” ungkap Mustholihin.
“Kalau serius pasti selesai lah. Garam kan nggak sulit, mengandalkan matahari, lahan. Apa susahnya? Ke depan, mudah-mudahan pemerintah mulai serius memikirkan nasib petani garam ini.”
Untuk memetakan persoalan nasib petani garam, LPNU mengundang beragam pihak, diantaranya pakar kelautan dan guru besar IPB Rokhmin Dahuri, ahli pangan dan guru besar UGM sekaligus ketua PBNU Maksum Mahfudz, Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian, Tony Tanduk, petani garam Sumenep H. Pandji Taufik,
Diundang pula Direktur Distribusi dan Keuangan PT Garam Yulian, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Ansori Zawawi, dan Direktur Impor Kementerian Perdagangan Arlinda.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis : Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
4
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
5
P2G Soroti PHK Massal Guru akibat Pemangkasan Transfer Daerah untuk MBG
6
Rencana Kenaikan BBM Subsidi, MTI Usul Pemerintah Siapkan Transportasi Umum Murah
Terkini
Lihat Semua