Manuskrip Keagamaan Telah Banyak Terkumpul, Tapi Belum Termanfaatkan
NU Online · Selasa, 10 Desember 2019 | 16:45 WIB
“Bagi saya manuskrip adalah sumber penulisan sejarah, sumber kearifan sosial, bahkan infrastruktur budaya, kalau kita ingin lebih arif, sering-seringlah membaca manuskrip,” katanya saat membuka Seminar Hasil Eksplorasi Naskah KlasikKeagamaan Nusantara di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, Ahad (8/12) malam.
Bahkan, lanjut dia, manuskrip bisa melengkapi dan koreksi atau rekonstruksi sejarah yang kini ada. Karena menurut dia, penulisan sejarah akan terus berkembang dengan adanya temuan-temuan baru mulai dari artefak, dan manuskrip.
Terpisah, peneliti Puslitbang Lektur Reza Prawira mengamini pernyataan Muhammad Zain. Namun, hal itu masih harapan, karena manuskrip-manuskrip yang telah dikumpulkan dan didigitalisasi Puslitbang Lektur belum “diperas” menjadi sesuatu yang termanfaatkan secara aplikatif.
“Menurut saya sekarang bukan lagi banyaknya naskah yang telah dikumpulkan dan digitalisasi, tapi isinya apa dan mau diapakan,” katanya, Senin (9/12).
Manuskrip-manuskrip itu masih membisu karena belum menjadi misalnya, bahan ajar di sekolah, menjadi sumber penulisan sejarah baru, dan lain sebagainya. Namun demikian, ada warga yang mampu memanfaatkan manuskrip menjadi hal yang aplikatif, misalnya di sebuah kedai di Aceh.
Menurut Reza, kedai tersebut membuat minuman sesuai resep yang ada dalam kitab Tajul Muluk karya Syekh Abdur Rauf Singkel, ulama kenamaan di zamannya. Di kedai tersebut cara memasaknya masih masih menggunakan ungku dan kayu bakar. Jenis kayunya pun sesuai dengan petunjuk di kitab tersebut karena lain kayu akan mempengaruhi rasa.
“Nah, itu aplikatif, sampai ke tingkat itu. Itu salah satu contohnya saja,” katanya lagi.
Ia juga mengusulkan memperkenalkan naskah yang ada dengan media kekinian. Tidak hanya didigitalisasi, tapi diperkenalkan dalam bentuk audia visual.
Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua