Masjid Sunan Kalijaga Tak Mampu Tampung Pelayat
NU Online · Ahad, 6 September 2015 | 18:01 WIB
Jember, NU Online
Masjid Sunan Kalijaga yang terletak persis di samping kanan rumah sesepuh NU KH Muchit Muzadi di Jalan Kalimantan, Kelurahan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, tak mampu menampung para pelayat yang ingin berbela sungkawa atas kewafatannya.
<>
Bahkan puluhan tokoh dan kiai juga berjubel di rumah duka. Di sana ada KH. Syadid Jauhari, KH. Muhyiddin Abdusshomad, Rektor IAIN Jember Babun Suharto, Rektor Universitas Jember Moh Hasan, Ketua Umum PP Sarbumusi Saiful Bahri Ansori, anggota DPR RI, dan sebagainya. “Saya dan kita semua merasa kehilangan beliau,” ucap Babun Suharto kepada NU Online, Ahad (6/8).
Menurut salah seorang cucunya, Ahmad Syaifuddin Zuhri, dalam beberapa tahun terakhir ini Mbah Muchit memang sakit-sakitan, dan lebih banyak tinggal di rumah keluarganya di Malang, Jawa Timur. Beberapa kali sempat keluar masuk rumah sakit.
“Kadang-kadang Mbah pulang ke Jember jika ada keperluan yang harus dilakukan di rumahnya. Kadang setengah bulan sekali, beliau pulang. Itupun hanya dua hari,” lanjut guru sebuah SD tersebut.
Sejak Ahad pagi, para pelayat sudah berkumpul di Masjid Sunan Kalijaga. Sambil membaca surat al-Ikhasl, mereka menuggu kedatangan jenazah sang kiai. Akhirnya pukul 12.45 WIB, mobil ambuance yang membawa jenazah Mbah Muchit pun tiba. Kontan saja puluhan anggota Banser dan pelayat rebutan untuk mengusung jenazah tokoh legendaris NU tersebut.
Setelah dishalatkan, jenazah Mbah Muchit disemayamkan di pemakaman umum di belakang rumahnya. “Kita bangsa Indonesia kehilagan kiai yang sangat berwibawa dan melegenda di NU,” ucap Wakil Ketua NU Jember, HM . Misbahus Salam. (Aryudi/Mahbib)
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
Pemerintah Iran Respons Protes Ekonomi dan Kebebasan Sipil di Sejumlah Kota
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
6
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Terkini
Lihat Semua