Meriahkan 1 Abad NU, LK PBNU Akan Gelar Pelatihan First Aid bagi Nahdliyin
NU Online · Selasa, 17 Januari 2023 | 17:30 WIB
Syifa Arrahmah
Penulis
Jakarta, NU Online
Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) akan mengadakan kegiatan pelatihan First Aid (pelatihan pertolongan pertama) di Kantor PBNU, Jalan Kramat 164, Jakarta, pada Kamis (19/1/2023) besok.
Sekretaris LK PBNU dr Citra Fitri Agustina yang biasa dipanggil dr Civi menyatakan pentingnya pelatihan pertolongan pertama ini dilaksanakan untuk masyarakat umum, khususnya nahdliyin. Karena dengan adanya skill tersebut, masyarakat jauh lebih mampu untuk menjadi penolong apabila terjadi kecelakaan sewaktu-waktu.
"Pelatihan ini dilakukan karena pertolongan pertama menjadi hal penting, untuk meningkatkan skill nahdliyin dalam melakukan penanganan utama pada kecelakaan. Serta mengurangi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya selaku inisiator dan penanggung jawab acara Pelatihan First Aid Basic, kepada NU Online, Selasa (17/1/2023).
Ia juga mengungkapkan pelatihan ini digelar dalam rangka memeriahkan satu abad NU. Bagi warga NU yang berniat mengikuti pelatihan dan ingin mengetahui informasi lengkapnya, silakan hubungi nomor berikut ini: (0812-7286-4899/Riko).
“Kami utamakan sahabat-sahabat di lingkungan NU. Saya harap petugas keamanan atau pegawai di kantor PBNU dapat mengikuti pelatihan ini,” ucapnya.
Pertolongan pertama sebagai bantuan
Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ada beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan sebagai bantuan hidup dasar (Basic Life Support and First Aid Training).
1. Manuver Heimlich
Manuver Heimlich dapat dilakukan sebagai penanganan darurat untuk menolong orang yang tersedak. Dengan melakukan manuver Heimlich, benda asing yang menjadi penyebab tersedak dapat dikeluarkan dan jalan napas dapat terbuka kembali.
2. Cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru (RJP).
Jika menemui orang yang tidak sadarkan diri dan tidak bernapas karena tersedak, tenggelam, kecelakaan, syok, keracunan, atau mengalami serangan jantung, Anda bisa melakukan bantuan hidup dasar berupa cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru (RJP).
Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Aiz Luthfi
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua