PBNU Kukuhkan Keputusan Konsultasi Syuriyah-Mustasyar di Lirboyo, Nyatakan Islah Tuntas
NU Online Ā· Jumat, 30 Januari 2026 | 07:00 WIB
Mufidah Adzkia
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rapat Pleno yang dipimpin Rais Aam PBNUĀ KH Miftachul Akhyar pada Kamis (29/1/2026) di kantor PBNU secara resmi mengukuhkan hasil Keputusan Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar yang telah diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada 25 Desember 2025.
Dalam Rapat Pleno tersebut, PBNU memutuskan memulihkan kembali KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU.
āIya betul. Kepemimpinan PBNU kembali ke formasi awal sebagaimana Keputusan Muktamar Ke-34 NU di Lampung,ā kata Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Kamis (29/1/2026) di Jakarta.
Selain itu, Rapat Pleno PBNU juga memutuskan bahwa Muktamar Ke-35 NU akan dilaksanakan pada Juli atau Agustus 2026 mendatang.
Rapat Pleno tersebut juga memutuskan bahwa sebelum pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU, PBNU terlebih dahulu akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama sebagai tahapan konstitusional yang lazim dan diamanatkan dalam tradisi organisasi NU.
Rapat Pleno juga menerima pengembalian mandat dari KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU. Selain itu, PBNU memutuskan meninjau kembali sejumlah surat keputusan organisasi yang diterbitkan tanpa kelengkapan tanda tangan struktural serta melakukan perbaikan tata kelola organisasi, termasuk administrasi dan keuangan, sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Keputusan-keputusan tersebut menegaskan bahwa seluruh persoalanĀ internal yang berkembang sebelumnya telah diselesaikan melalui jalur musyawarah, kebijaksanaan para masyayikh, serta mekanisme organisasi yang sah.
"Dengan pengukuhan ini, PBNU menyatakan bahwa proses Islah telah tuntas dan selesai secara organisatoris," tegas Kiai Said Asrori.
Kiai Said Asrori mengajak seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan, warga Nahdlatul Ulama, serta masyarakat luas untuk kembali memusatkan perhatian pada khidmah jamāiyah, penguatan persatuan, dan pelaksanaan program-program strategis NU dalam bidang keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.
Rapat Pleno dilaksankan secara hybrid. Hadir secara langsung di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Rais PBNU H Mohammad Nuh, Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf, Bendahara Umum PBNU H Gudfan Arif, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua PP Muslimat NU Hj Arifatul Choiri Fauzi, Sekretaris Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Hj Siti Aniroh, Ketua Umum PP IPPNU Whasfi Velasufah.
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Khutbah Jumat: Jangan Putus Asa Mencari Rezeki Halal Saat Ekonomi Sulit
4
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
5
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
6
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
Terkini
Lihat Semua