PBNU Tahlil Tujuh Hari untuk Tiga Kiai Pesantren
NU Online · Jumat, 26 April 2013 | 00:04 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pembacaan tahlil di masjid lantai dasar kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat untuk mendoakan tiga kiai pesantren yang meninggal dunia.<>
Setelah mendapat informasi yang dapat dipercaya pada hari Jum’at (19/4) lalu sekitar pukul 10 pagi mengenai wafatnya KH. Ahmad Warsum Munawwir, pengasuh pondok pesantren Krapyak, Yogyakarta Kepala Sekretarian PBNU, H. Prayitno segera memberi instruksi kepada staff sekretarian PBNU untuk menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara yang di gedung PBNU.
Sekretariat PBNU juga membuat selebaran surat pengumuman untuk ditempel pada dinding di setiap lantai di gedung PBNU. Surat tersebut berisi tentang berita duka cita dan undangan terbuka dimohon hadir dalam acara tahlil dan do’a untuk almarhum wal-maghfulah KH Ahmad Warsun Munawwir setiap ba’da zhuhur di Masjid An-Nahdhah Gedung PBNU selama satu minggu.
Tahlil hari pertama diadakan selepas shalat jum’at dan shalat ghaib untuk al-marhum (19/4) di Masjid An-Nahdhah PBNU dipimpin oleh Imam Shalat Jum’at. Tahlil hari kedua dilanjukan hari senin (22/4) karena pada hari sabtu dan minggu beberapa kantor di gedung PBNU banyak yang libur.
Pada tahlil hari kedua ini Syatiri Ahmad, Kepala Perpustakaan PBNU yang memandu acara dan memimpin pembacaan tahlil mengumumkan bahwa yelah bertambah satu ulama lagi telah meninggal dunia yaitu KH. Abdullah, pengasuh pondok pesantren Ar-Risalah, Mlangi, Yogyakarta pada hari Jum’at (19/4) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kemudian tahlil pada hari berikutnya kembali diumumkan, ada satu ulama lagi telah wafat yaitu KH. Abdullah Syifa Akyas, sesepuh pondok pesantren Buntet, Cirebon, wafat pada hari senin (22/4) sekitar pukul 8.30 dalam usia 71 tahun.
Tahlilan tersebut diikuti oleh keluarga besar PBNU antara lain staf sekretariat PBNU, perwakilan lembaga, lajnah, dan badan otonom PBNU, dan jamaah umum. Tahlil diakhiri dengan doa oleh Ustadz Tobakul Muria. Semoga yang telah mendoakan para kiai mendapatkan berkah.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Penulis : Nurdin
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua