Penuhi ‘Selera’ Nahdliyin yang Semakin Beragam
NU Online · Kamis, 20 Maret 2014 | 05:26 WIB
Jakarta, NU Online
Radio NU mencoba adil dalam merilis program-program yang akan disiarkan, mengingat selera warga Nahdliyin semakin beragam. Dalam hal bermusik misalnya, meskipun tetap bertema religi, radio.nu.or.id juga memutar musik rock yang digandrungi sebagian anak muda NU.<>
Direktur Radio NU Mustiko Dwipoyono mengatakan, kian majunya teknologi membuat warga Nahdliyin yang ada di pedalaman dan pelosok kampung juga banyak yang menggunakan internet. Karena itu para pendengar Radio NU juga semakin beragam, baik latar belakang sosial maupun pendidikan.
“Radio NU hendak menyasar pendengar dalam rentang usia 17 hingga 50 tahun. Mereka inilah warga Nahdliyin yang sangat potensial. Segmentasi pendengar dengan yang bermacam latar belakang itulah kami merasa perlu menciptakan program acara yang diminati mereka. Kita tahu bahwa warga NU itu ada yang santri, mahasiswa, dosen, petani, kiai dan sebagainya. Nah, semua itu coba kami pahami keinginan mereka,” ujarnya.
Pendengar juga tidak perlu heran jika acara Radio NU banyak sekali ragamnya. Ada musik pop dan rock bagi remaja Nahdliyin kota. kemudian sholawatan, marawis, dan hadroh bagi santri di pondok pesantren. Juga acara talkshow yang digemari para mahasiswa dan kaum cerdik-cendekia. Bagi bapak dan ibu, tentu mereka menyukai pengajian yang dibawakan KH Zainuddin MZ atau musik-musik religi semisal Nasidaria.
“Ini dilakukan demi mendengar aspirasi warga Nahdliyin yang beragam itu. Tak aneh jika Radio-radio komersial di beberapa daerah, semisal, Radio Nur FM di Kabupaten Rembang, Buana Kartika FM di Kudus dengan gelombang 107,5 Mhz, dan beberapa radio komunitas (rakom) me-relay sebagian program Radio NU,” terangnya.
Sesuai dengan tren kenaikan pengguna internet, Mustiko berharap, ke depan pengakses Radio NU akan lebih banyak lagi. Salah satu yang diimpikannya, Radio NU bisa menyiarkan berita atau talkshow secara langsung sesering mungkin. “Semoga ke depan lebih baik,” harapnya. (Ali Musthofa Asrori/Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
5
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
6
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
Terkini
Lihat Semua