Santri dan Abangan, Hidup Berdampingan Tanpa Permusuhan
NU Online · Selasa, 12 Mei 2020 | 22:00 WIB
“Ada perbedaaan tapi tidak ada permusuhan. Ada koeksistensi damai,” kata Gus Ulil Abshar Abdalla saat menjadi narasumber dalam bincang bersama Sejarawan Bonnie Triyana di media sosial Instagram pada Selasa (12/5).
Gus asal Pati, Jawa Tengah itu lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren. Di sekitar tempat tinggalnya saat itu, terdapat masyarakat abangan yang sangat kental sekali dengan beragam tradisinya. Ia menyebut di antara ciri-cirinya adalah mengundang pementasan kesenian wayang dan kentrung dalam setiap hajatan, serta meletakkan sesaji saat menanam padi.
Saat kecil itu, setiap kali di sekitar terdapat hajatan, maka ia dikunci di kamar oleh orang tuanya. Hal itu dilakukan agar ia tidak dapat menonton wayang semalam suntuk. Namun, ia beberapa kali lolos dan bisa menikmati kesenian yang digemarinya tersebut.
Pemersatu Santri dan Abangan
Bahkan, lanjutnya, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung membuat satu lembaga khusus untuk menjembatani kedua kelompok tersebut. “IAIN Tulungagung itu membuat satu center kajian Islam Santri dan Abangan dan berusaha mempertemukan dua kultur ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, pengajar di Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta itu juga menjelaskan bahwa meskipun kaum abangan dan kaum santri atau putihan ini merupakan kategorisasi budaya, memberikan dampak terhadap politik.
Gus Ulil juga ingat bahwa Bung Karno merupakan sintesis santri dan abangan. Sebab, Bapak Proklamator Indonesia itu dikagumi oleh orang NU, Muhammadiyah, Persis, juga kaum Abangan.
Pun ia menyebut penyanyi yang beberapa hari lalu meninggal, yakni Didi Kempot. Menurutnya, sosok pelantun lagu-lagu campursari itu penting sebagai pemersatu kultur abangan dan santri mengingat musiknya yang dinikmati oleh semua kalangan, termasuk dua kelompok tersebut.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua