Selain Promosikan Moderasi Agama, Pesantren Juga Pelihara Nilai Demokrasi
NU Online · Jumat, 20 September 2019 | 12:00 WIB
Indonesia tidak hanya sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Negara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote itu juga merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.
Sebagai negeri Muslim terbesar, Indonesia berperan penting dalam menjaga sekaligus menyuarakan moderasi beragama. Pesantren lah sebagai akar budaya keagamaan Islam di Indonesia yang terus mengupayakan hal tersebut.
"Pesantren telah menunaikan mempromosikan moderasi agama dan memelihara nilai-nilai demokrasi," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin saat Peluncuran Peringatan Hari Santri 2019 di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (19/9) malam.
Hidup di tengah demokrasi sebagai sebuah sistem yang disepakati bersama oleh segenap bangsa Indonesia, pesantren konsisten dalam menjaganya. Bahkan terus menyuarakan hal tersebut sebagai sesuatu yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.
"Pesantren sudah berdakwah terkait kesesuaian demokrasi dan Islam," kata akademisi yang juga birokrat asal Bontang, Kalimantan Timur itu.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pesantren memberikan sumbangsih terhadap perdamaian. "Pesantren telah berkontribusi dalam menebarkan perdamaian," katanya.
Sebab, lanjutnya, pesantren senantiasa memperkuat infrastruktur sosial Indonesia dan menjaga nilai-nilai agama dan demokrasi. Ia mengajak para santri sekalian untuk meningkatkan daya saing bangsa di tengah globalisasi yang sarat akan kompetisi antarbangsa ini. Dengan begitu, santri dapat menjaga ketahanan nasional dan perdamaian dunia sebagai suatu amanat dari para pendiri bangsa yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang 1945.
"Mari berkontribusi mempertahankan menjaga ketahanan nasional. Mari berkontribusi menjaga perdamaian dunia," pungkas alumnus Rheinischen Friedrich-Wilhelms Universitaet Bonn, Jerman itu.
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir, para duta besar negara sahabat, dan santri-santri dari berbagai daerah.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Muchlishon
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua