Nasional

Tangisan Ibu Korban Longsor Sampah di TPST Bantargebang: Saya Ikhlas Apa Pun Kondisi Anak Saya

NU Online  ·  Senin, 9 Maret 2026 | 19:45 WIB

Tangisan Ibu Korban Longsor Sampah di TPST Bantargebang: Saya Ikhlas Apa Pun Kondisi Anak Saya

Fatimah (kerudung biru), ibunda Riki Supriyadi, salah satu korban longsor sampah di TPST Bantanggebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: NU Online/Jannah)

Bekasi, NU Online

Tangisan dan doa seorang ibu masih menggema di tengah proses pencarian korban longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.


Fatimah, ibunda dari Riki Supriyadi, terus menunggu kabar tentang anaknya yang hingga kini belum ditemukan setelah tertimbun longsoran sampah sejak Ahad (8/3/2026) siang.


“Dalam keadaan apa pun saya ikhlas, apa pun kondisi anak saya. Petugas juga bilang nanti kalau ketemu langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, lalu baru dibawa pulang,” ujar Fatimah dengan suara lirih saat ditemui NU Online di TPST Bantargebang, Senin (9/3/2026).


“Saya hanya berharap mudah-mudahan Riki segera ditemukan. Apa pun kondisinya, saya ikhlas,” lanjutnya.


Fatimah mengingat betul pertemuan terakhirnya dengan Riki. Saat itu ia datang menjenguk cucu-cucunya, anak-anak Riki, yang tinggal di kawasan Priok, Jakarta. Pertemuan tersebut terjadi sekitar tiga bulan lalu.


“Saya bertemu Riki terakhir tiga bulan yang lalu saat menjenguk cucu-cucu saya, anaknya Riki. Dia tinggal di Priok, Jakarta, sedangkan saya di Bogor,” kenangnya.


Kabar tentang longsor sampah di lokasi tempat Riki bekerja membuatnya langsung bergegas menuju Bantargebang. Ia tak sanggup membayangkan kesedihan yang dirasakan keluarga kecil Riki.


“Waktu saya dapat kabar ini, saya langsung ke sini. Anak-anaknya dan istrinya terus menangis. Cucu saya bilang, ‘Nenek, temuin ayah ya, nenek temuin ayah sampai ketemu’,” tuturnya.


Permintaan cucu-cucunya itu membuat Fatimah berusaha menguatkan diri. Ia mencoba menenangkan mereka sambil terus berharap proses pencarian segera menemukan Riki.


“Saya bilang, ‘Iya, nenek tunggu ayah kamu sampai ketemu. Doakan ayah cepat ditemukan ya’,” katanya.


Dalam penantian panjang itu, Fatimah hanya bisa berserah diri dan terus memanjatkan doa. Ia berharap anaknya segera ditemukan, di mana pun keberadaannya.


“Saya minta kepada Allah, temukan Riki di mana pun dia berada. Dalam keadaan apa pun saya ikhlas, supaya saya bisa bawa pulang dan mengurus jenazahnya dengan baik,” ucapnya.


Fatimah menjelaskan bahwa saat kejadian Riki sedang mengantre untuk membongkar muatan sampah di lokasi.


“Riki itu sopir truk yang sedang mengantre untuk membongkar muatan sampah. Terakhir hari Sabtu dia masih sempat video call dengan istrinya,” kata Fatimah.


Saat proses evakuasi berlangsung, truk yang dikendarai Riki berhasil ditemukan. Namun hingga kini keberadaan Riki sendiri masih belum diketahui.


“Mobilnya kemarin sudah dievakuasi. Itu mobil yang dibawa Riki, tapi Rikinya belum ditemukan sampai sekarang,” jelasnya sambil menunjuk truk yang telah rusak parah di area lokasi.


Fatimah mengaku sempat bertanya kepada petugas yang berada di lokasi. Namun ia diminta bersabar menunggu proses pencarian yang masih terus dilakukan. “Saya tanya ke petugas, tapi saya diminta menunggu saja,” ujarnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang