Tim Medis Seharusnya Bukan Garda Depan, Tapi Palang Pintu Terakhir
NU Online · Rabu, 29 April 2020 | 16:45 WIB
"Yang harus lebih dieperkuat pada situasi saat ini bukan penanganan, tapi pencegahan,"Â katanya ketika dihubungi NU Online Rabu (29/4).
Menurut dia, jika pencegahanya tidak kuat, tim medis akan keteteran mengingat jumlah mereka sangat kecil dibanding dengan total masyarakat Indonesia. Di samping itu, fasilitas rumah-rumah sakit Indonesia dari awal tidak didesain untuk wabah yang mengglobal.
Dengan demikian, menurut dia, pola penanganan wabah harus terpola dengan baik sebab berbeda dengan penanganan bencana alam. Perbedaannya, bencana alam, penanganan dilakukan setelah kejadian, sementara penanganan wabah berlangsung saat kejadian.
"PSBB akan percuma jika dilakukan tidak terpola,"Â katanya.
Lebih lanjut, Yogi mengapresiasi NU yang turut serta dalam pencgahan dan penanganan wabah Covid-19 di berbagai daerah.
"Saya tahu NU melakukan pencegahan serta membagikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Justru aneh jika NU tidak turut serta dalam pencegahan dan penanganan karena yang terdampak adalah anggota NU sendiri,"Â katanya lagi. Â
Di tempat terpisah, beberapa waktu lalu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa NU turut serta dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 berakar dari ajaran agama Islam. Karena itulah NU melalui tiga lembaganya membentuk Satgas NU Peduli Covid-19. Saat ini satgas tersebut berada di hampir tiap provinsi di seluruh Indonesia. Kemudan satgas tersebut membentuk posko-posko di tingkat daerah hingga di tingkat desa.
"Ini adalah perintah agama. Perintah agama,"Â tegasnya. "Islam mengajarkan agar kita peduli dengan sesama. Bukan umatku, kata Nabi, jika kita tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangga kita kelaparan. Pokoknya banyak dalil yang mengharuskan kita peduli kepada sesama," jelasnya.
Kiai Said mengapresiasi Satgas NU di berbagai derah. Menurut dia, apa yang dilakukan satgas merupakan amal ibadah.
Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Kendi Setiawan
Â
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua