9 Makam Tokoh NU Garut Diziarahi
NU Online · Kamis, 24 Januari 2008 | 23:29 WIB
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini rupanya juga menjadi momentum yang sangat berharga bagi kalangan Nahdliyin di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebanyak 9 makam tokoh NU setempat diziarahi pada Kamis (24/1).
Ke-9 makam tersebut, antara lain, makam KH Anwar Musaddad (mantan wakil rais aam PBNU), Mu’allim Sopyan Munawar (pendiri NU Garut), KH Ma’mun (rais syuriah pertama PCNU Kabupaten Garut) dan KH Sulaeman Apip (ketua tanfidziah pertama PCNU Garut).<>
Ada pula makam KH Hidayatullah, Omo Suntama, KH Wajihadin, KH Muhammad dan Tuan Abdul Qadir. Seluruhnya merupakan orang-orang yang sangat berjasa dalam pengembangan paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) melalui NU di kota Dodol tersebut. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online di Garut, Michael Zalath.
Amir Syarifudin, salah seorang tokoh senior NU Kabupaten Garut, mengatakan, ritual tersebut digelar agar generasi penerus NU dapat mengambil pelajaran serta teladan dari pada tokoh-tokoh itu. “Di antaranya, keikhlasan, kesederhanaan dan ketawakkalan mereka dalam berjuang menegakkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah,” ujarnya.
“Kiai Musaddad harus berjalan puluhan kilometer untuk melakukan tabligh. Bahkan, karena pulang terlalu malam, beliau tidur di sebuah musala yang gelap gulita ditemani nyamuk-nyamuk. Begitu tokoh-tokoh lainnya, merupakan pejuang sejati dengan berbagai pengorbanannya,” tambah putra Mu’allim Sopyan Munawar itu.
Ketua PCNU Kabupaten Garut KH Sirojulmunir, menjelaskan, kegiatan itu bukan sekedar ziarah. Melainkan dapat dijadikan wahana koreksi diri bagi generasi saat ini agar mampu mengikuti dan meneruskan perjuangan para pendahulu.
“Ruhul jihad para pendahulu, itu yang sudah jarang dimiliki generasi sekarang” jelasnya.
Karena itu, ia berharap, melalui ziarah tersebut, bisa memberikan pencerahan pada jiwa generasi penerus untuk senantiasa mengobarkan perjuangan yang sesuai dengan konteks jaman.
Sebelumnya, PCNU Garut juga menyelenggarakan dialog publik “Islam, Perdamaian dan Masa Depan Bangsa” serta penanaman 1000 pohon dengan memberikan ribuan benih pohon kepada masyarakat. (rif)
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua