Pamekasan, NU Online
Lomba membaca kitab kuning atau Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) III tingkat Jawa Timur yang digelar sejak 9 Mei hingga 12 Mei 2011 lalu tampaknya membawa berkah tersendiri bagi kafilah Kabupaten Pamekasan. Pasalnya, sedikitnya 9 santri dari berbagai pondok pesantren di Pamekasan berhasil meraih juara dalam event tersebut.
Kedatangan mereka pun disambut hangat oleh Bupati Pamekasan Drs KH Kholilurrahman, SH, di Pondopo Ronggosukowati, Jumat (13/5) pagi. Dalam penyambutan itu, Bupati menyatakan, prestasi yang diraih itu hendaknya bisa terus ditingkatkan dan sekaligus menjadi motivasi bagi santri yang lain di Pamekasan.<>
Kholilurrahman mengaku merasa bangga atas prestasi mereka tersebut. Sebab, mereka telah menorehkan tintas emas dan membawa nama harum Kota Gerbang Salam ini. “Kita berharap ke depan ada sinergi antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Dalam pendidikan umum kita tanamkan nilai-nilai agama, dan sebaliknya,” tegas mantan ketua PCNU Pemekasan ini.
Di samping itu, mantan anggota DPRD Jatim ini juga berharap, sinergi pendidikan agama dan pendidikan umum itu perlu terus ditingkatkan ke depan. Sehingga Pamekasan yang telah menjadi ikon Kabupaten Pendidikan mampu dipertanggungjawabkan baik secara kualitas maupun secara kuantitas.
Seperti diberitakan, dalam kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Qodim, Kraksaan Kabupaten Probolinggo tersebut, Pamekasan mengirim kafilah sebanyak 32 orang dengan mengikuti 22 cabang lomba antar pondok pesantren se-Jawa Timur tersebut.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Abdul Hady JM
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua