Bantu Korban Merapi, Guru TK Muslimat Hibur Anak-anak
NU Online · Rabu, 10 November 2010 | 09:00 WIB
Sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana, Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menerjunkan tim khusus di kawasan Merapi dengan dibantu Muslimat NU Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Ketua Bidang Sosial Muslimat NU, Kusnia Nasser, mengatakan, mendirikan sejumlah posko bantuan kemanusian sejak 31 Oktober lalu. “Kami melakukan bakti sosial peduli bencana Merapi untuk meringankan beban para korban," kata Kusnia Nasser ketika dihubungi Duta di Jakarta, (9/11)<>
Kusnia yang ikut terjun langsung ke lereng Merapi bersama Ketua PP Muslimat NU Faridah Salahuddin Wahid mengatakan, posko kemanusian Muslimat NU berada di beberapa tempat, antara lain di pos pengungsian Mungkid, Magelang, Pos Pengungsian SMA Sunan Kalijogo Desa Bronggang Suruh , Cangkringan, Sleman.
Selain itu, Muslimat juga membuka posko bentuan kemanusiaan sejumlah tempat di Klaten dan Boyolali. “Sasaran kami adalah warga lereng merapi yang terpaksa mengungsi karena adanya letusan gunung merapi,” katanya.
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, Muslimat NU memberi bantuan kepada para korban berupa uang, pakaian, pembalut untuk wanita, makanan dan susu bayi, beras, dan bantuan lainnya. “Alhamdulillah, mereka senang menerima bantuan dari kami,” ungkapnya.
Tak hanya memberi bantuan makanan dan pakaian, guru TK Muslimat yang diterjunkan ke lokasi pengungsian juga menghibur anak-anak korban Merapi. “Mereka kita ajak beryanyi, dongeng dan bercerita,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kusnia menambahkan, nyanyian dan dongeng yang disampaikan guru TK Muslimat kepada mereka umumnya bernafaskan Islam. “Jadi, selain menghibur, mereka juga kita beri pengetahuan agama. Dan alhmadulllah, mereka sangat senang ketika kami ajak bernyanyi dan dongeng,” jelasnya.
Menyusul meningkatnya jumlah pengungsi setelah letusan Merapi Jumat, dini hari, kemarin, Muslimat NU Yogyakarta dan dan Magelang menyediakan nasi bungkus untuk 2.000 pengungsi. “Muslimat Yogyakarta menyediakan 1000 nasi bungkus dan Muslimat Magelang juga 1000 nasi bungkus,” jelasnya. (amh)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua