FKB Akan Gunakan Hak Angket untuk Sikapi Kenaikan Harga BBM
NU Online · Sabtu, 24 Mei 2008 | 02:07 WIB
Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI akan menggunakan hak angket untuk menyikapi keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sementara, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggalang dukungan dengan partai-partai lain untuk menyikapi keputusan pemerintah tersebut.
Sikap itu merupakan instruksi Ketua Umum DPP PKB kubu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ali Masykur Musa. "DPP PKB memerintahkan kepada FKB untuk menggunakan hak angket DPR dan menggalang kekuatan dengan fraksi-fraksi lain di DPR," kata Ali Masykur di Jakarta, Jumat (23/5) malam.<>
Ia menilai, pemerintah tidak punya hati nurani dengan menaikkan harga BBM di saat himpitan ekonomi yang dirasakan masyarakat kian berat. Apalagi, katanya, saat ini para orang tua sedang mempersiapkan dana yang cukup besar menghadapi tahun ajaran baru di sekolah.
"Pasti jumlah rakyat miskin akan meningkat. Pemerintah benar-benar tidak mempunyai nurani," cetus Ali.
PKB juga mengkritisi berbagai program yang akan dijalankan pemerintah untuk mengatasi dampak kenaikan BBM. "Program-program yang ditawarkan sangat utopia (sulit diwujudkan) dan hanya bersifat lip service," pungkasnya.
Pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM terhitung sejak Sabtu (24/5) pada pukul 00.00 WIB. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyebutkan, harga premium naik menjadi Rp 6.000 per liter dari sebelumnya Rp 4.500. Sementara, solar naik dari Rp 4.300 per liter menjadi Rp 5.500. Demikian juga harga eceran minyak tanah yang naik dari Rp 2.000 per liter menjadi Rp 2.500. (ini/rif)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua