FKB: Hak Angket untuk Bongkar Kejahatan Mafia Tender Migas
NU Online Ā· Jumat, 27 Juni 2008 | 23:26 WIB
Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI, Effendy Choirie, mengatakan, penggunaan hak angket oleh parlemen dilakukan untuk membongkar kejahatan para mafia dan spekulan tender minyak dan gas (migas) dan bahan bakar minyak (BBM). Targetnya tidak hanya pada era pemerintahan saat ini, tapi seluruhnya.
Hal itu dikatakan Effendy saat berbicara pada diskusi bertajuk āAngket dan Pemakzulan Presidenā di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (27/6). Hadir juga sebagai narasumber pada kesempatan itu, Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso, Wakil Bendahara Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maruarar Sirait dan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Denny Indrayana.<>
Effendy menjelaskan, Indonesia adalah pengimpor dan produsen minyak. Namun, anehnya, kata dia, harga minyak justru sangat tinggi dan menyengsarakan rakyat. āBukan memakmurkan rakyat dan anehnya pemerintah selalu menaikkan harga BBM,ā tandasnya.
Karena itu, imbuhnya, melalui hak angket, DPR akan mengundang seluruh pakar migas, ekonomi, pakar hukum, dan lain-lain. āKalau nanti terbukti ada penyimpangan dan melanggar hukum, apakah lalu ada impeachment (pemakzulan) terhadap Presiden, sepenuhnya tergantung kepada kemauan politik di DPR,ā jelasnya.
Namun demikian, lanjutnya, pemakzulan itu tak akan dilakukan. Sebab, sepanjang sejarah bangsa Indonesia, sebagian besar presiden selalu diturunkan. Menurutnya, kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla sebaikany dipertahankan.
āSebaiknya dipertahankan, tapi tidak kita pilih lagi dalam Pemilu 2009. Jadi, masyarakat ini juga sudah capek kalau jatuh-menjatuhkan presiden,ā tandas Effendy.
Hal senada dikatakan Maruarar Sirait. Menurutnya, hak angket untuk kasus BBM, antara lain, agar partai politik mendapat dukungan rakyat. Sebab, kenaikan harga BBM cukup menyengsarakan rakyat.
āFakta di lapangan 90,5 persen rakyat menolak kenaikan harga BBM. Karena itu, kita akan panggil seluruh pakar di bidang perminyakan untuk mengungkap masalah perminyakan Pertamina, karena selama puluhan tahun, tidak pernah memberi laporan yang benar,ā katanya.
Kalau terbukti pemerintah tidak bisa dipercaya lagi, maka kenaikan harga BBM harus dibatalkan. Selanjutnya, harus segera dicarikan solusi untuk tidak menaikkan harga BBM. (nif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua