FKB Perjuangkan 280 Korban yang Tak Diperhatikan Lapindo
NU Online Ā· Selasa, 12 Februari 2008 | 11:31 WIB
Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI siap memperjuangkan 280 Kepala Keluarga yang merupakan korban semburan panas lumpur panas PT Lapindo Brantas, di Sidoarjo, Jawa Timur. Jumlah tersebut merupakan warga Kelurahan Siring yang belum tercantum dalam daftar ganti rugi korban lumpur Lapindo.
āKita mengupayakan melalui jalur hukum dan politik agar sejumlah warga Kelurahan Siring mendapat ganti rugi. Jangan ada diskriminasi ganti rugi. Mereka kita perjuangkan karena juga merupakan konstituen PKB,ā Ketua FKB Dr Ahmad Effendi Choirie, di Jakarta, Senin (11/2) kemarin.<>
Gus Choiābegitu panggilan akrabnyaādidampingi meminta agar warga Siring ikut berjuang bersama FKB untuk mendapatkan hak yang sama dengan korban lumpur Lapindo lainnya.
Ia menilai, saat ini ada upaya pengalihan tanggung jawab penyelesaian korban Lumpur Lapindo. Karena semua opini yang dibangun Lapindo melalui pernyataan para ahli geologi, lumpur itu adalah mud volcano.
āIni sangat berbahaya. Karenanya, FKB menolak perpanjangan kerja Tim Pengawas Badan Lumpur Lapindo Sidoarjo (BPLS) sebulan ke depan, karena dalam rumusan itu tidak menjadikan pengeboran PT Lapindo Tbk selaku perusahaan sebagai faktor meluapnya lumpur yang menyengserakan ribuan warga Sidoarjo,ā paparnya.
Dalam penyelesaian kasus yang melibatkan perusahaan milik Aburizal Bakrie itu, banyak tawaran kompromi rumusan berbau suap-menyuap yang disodorkan pada FKB, asal menyetujui bahwa lumpur Lapindo itu merupakan bencana atau fenomena alam, bukan diakibatkan pengeboran gas PT Lapindo Tbk.
Tapi, faktanya lumpur itu akibat pengeboran yang ceroboh. Karena itu, tim FKB dan FKB tetap menolak menandatangani rumusan BPLS DPR.
Bahkan, yang dilobi untuk kompromi tersebut bukan saja FKB, tapi juga DPP PKB. Menyadari yang menjadi korban lumpur Lapindo itu adalah warga NU dan PKB. Maka FKB dan PKB akan terus menolak sampai PT Lapindo Tbk bertanggung jawab. (gpa/rif)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
2
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua