Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi meminta kader-kader NU yang ingin terjun ke dalam politik praktis, dengan menjadi anggota parlemen, harus mampu memberikan kontribusi kepada NU, namun kontribusi atau amal tersebut tak harus berupa uang.
Nasehat ini disampaikan kepada beberapa kader NU yang menemuinya di Gd. PBNU Rabu (21/5) untuk meminta masukan terkait keinginan mereka untuk menjadi calon legislatif (caleg) di sebuah partai yang kini sudah membuka pendaftaran.<>
”Nanti kalau jadi ya harus bisa memperjuangkan kepentingan warga NU melalui APBN atau kebijakan perundangan yang dibuat, tak harus dengan uang,” katanya.
Sayangnya, sejumlah nama yang dahulunya mendapat rekomendasi dari PBNU untuk menjadi anggota parlemen atau anggota komisi pemerintahan banyak yang melupakan komitmennya.
”Mereka datang lagi ke PBNU kalau ada masalah. Saya sampai hapal. Karena itu, saya nga mau dukung-mendukung mereka yang sedang kena masalah atau sedang berkonflik,” paparnya.
Komitmen untuk menyumbangkan sebagian penghasilan yang dibuat dalam kontrak tertulis, menurut Hasyim juga seringkali dilanggar. Mereka menggebu-gebu saat pencalonan, tetapi lupa akan janjinya setelah sukses menjadi anggota dewan.
”Nga usah bikin komitmen tertulis, nanti malah tambah dosa kalau nga mampu melaksanakannya,” ujarnya.
Kondisi ini dinilainya disebabkan oleh perubahan gaya hidup sederhana, ketika masih belum berhasil, namun berubah menjalani gaya hidup mewah yang memerlukan ongkos besar yang akhirnya menyebabkan tak bisa menyisihkan sebagian pendapatannya untuk yang lain. (mkf)
Terpopuler
1
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
2
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
3
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
4
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
5
200 Ribu Anak Terpapar Judol, Komdigi: Peran Tokoh Agama hingga Orang Tua Penting sebagai Benteng
6
LBH Sarbumusi Desak APH Tindak Dugaan Penyelewengan Dana MBG
Terkini
Lihat Semua