Khofifah: IPNU dan IPPNU Harus Rumuskan Identitas Kader
NU Online · Senin, 22 Juni 2009 | 12:15 WIB
Untuk menyelamatkan kader dan meningkatkan citra IPNU dan IPPNU, organisasi itu harus lekas berbenah dan membangun identitas yang jelas. Pelajar NU juga sebaiknya menyiapkan diri sebagai kader yang punya semangat belajar tinggi dan bermental petarung.
“Pelajar NU harus meningkatkan basis academic achievement (prestasi akademik) agar siap berkompetisi,” ungkap Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, dalam agenda Kongres IPNU dan IPPNU di Pesantren Al Hikmah 2, Brebes, Jawa Tengah, Senin (22/6).<>
Khofifah mengungkapkan, pelajar muda NU harus berani berkompetisi dengan mental dan semangat petarung. Selama ini pengkaderan di lingkungan NU memang tidak banyak menekankan pada pembekalan kompetisi. Harus diciptakan sistem pengkaderan untuk melahirkan kader yang punya fighter spirit (semangat bertarung).
Selama ini, tambah Khofifah, sistem pengkaderan di berbagai ranah dalam lingkup NU tidak menyiapkan generasi yang siap berkompetisi. Maka, ketika dihadapkan dalam kondisi sulit, banyak kader NU yang tidak mampu bertahan. Kalau tidak punya mental berjuang dan bertarung, hanya akan jadi kader yang underestimate.
Keprihatinan mantan Ketua IPPNU dan PMII Surabaya itu didasarkan pada banyaknya kader NU yang kalah sebelum bertanding. “Kita seakan tidak punya identitas yang jelas. Kader yang bergerak di kampus sudah tidak bangga dengan tradisi nahdliyin. Saya pernah menyaksikan di sebuah forum, banyak anak muda NU yang tidak lagi mementingkan tahlil. Pembukaan acara pun tidak melafalkan surat al Fatihah secara utuh,” tegas Khofifah.
Kalau demikian terus terjadi, katanya, NU tidak akan berkembang. “Pelajar NU harus percaya diri dengan identitasnya, bangga dengan tradisinya. Kalau semangat berprestasi dan mental berkompetisi dipertahankan, nanti akan ada banyak kader NU yang pakar di berbagai bidang,” ungkapnya.
“Untuk itu, di forum Kongres ini, saya menitipkan agar IPNU dan IPPNU menyempurnakan nilai-nilai identitas dengan jelas. Nilai-nilai identitas ini merupakan ciri khas dari kader NU yang ada di pesantren, sekolah maupun perguruan tinggi,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada pembukaan Kongres, Sabtu (20/6) lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh, menginginkan generasi muda NU menyiapkan diri dengan belajar serius. “Pelajar NU sebaiknya menyiapkan diri dengan semangat belajar tinggi. Setiap tahun, ada banyak beasiswa bagi kader NU untuk belajar di Eropa. Di Depkominfo ada banyak beasiswa bagi pelajar yang berprestasi,” ujarnya.
Nuh menambahkan, kalau kader NU punya semangat belajar tinggi, berkarakter dan bangga dengan identitasnya, maka lima sampai sepuluh tahun akan datang, banyak doktor dan profesor dari kalangan nahdliyin. (ziz)
Terpopuler
1
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
2
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
3
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
4
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
5
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua