Lakpesdam NU: Anggaran Belanja Pegawai Ganggu Pembangunan
NU Online · Sabtu, 14 Mei 2011 | 02:02 WIB
Semarang, NU Online
Anggaran belanja untuk pegawai dalam ABPD 8 daerah di Jawa Tengah naik drastis sejak 2007 sampai 2010. Naiknya anggaran pegawai ini sangat njomplang sehingga menganggu pembangunan daerah.
Demikian kesimpulan hasil riset tim gabungan LSP Pattiro, Pokja PuTKP PWNU Jateng, PW Lakpesdam NU Jateng, serta Seknas FITRA. Obyek penelitiannya adalah 8 daerah. Yaitu Kabupaten dan Kota Semarang, Kabuptan dan Kota Pekalongan, Kabupaten Cilacap, Boyolali, Kota Surakarta, dan Pemprov Jateng.<>
Hasil riset dipaparkan dalam diskusi di hotel Horison Semarang, Rabu (11/5) kemarin. Acara juga diisi launching Local Budget Studi (LBS) di Jawa Tengah. Dihadiri perwakilan Pemkab/Pemkot dan anggota DPRD tempat penelitian, sejumlah akademisi, aktivis LSM, mahasiswa dan perwakilan berbagai ormas di Jawa Tengah.
Salah satu anggota tim studi, Alam Surya Putra memaparkan, kenaikan belanja pegawai merupakan efek dari tidak efektifnya birokrasi. Tiap tahun, pemkab/pemkot menerima pegawai. Di lain pihak, pendapatan daerah tidak pernah naik signifikan.
“Pemerintah daerah cenderung takut memasang target PAD. Jadinya, tidak berhasil maksimal,” jelas peneliti dari The Asian Foundation ini.
Alokasi yang cukup rendah ditemukan pada sektor infrastruktur dan kesehatan. Sebagian besar, besarannya tak mencapai 10 persen. Ini mengakibatkan, kualitas sektor publik sulit membaik.
Alam menilai temuan tersebut jauh dari prinsip good governance. Untuk itu, pemerintah daerah diharapkan mampu memperbaiki dengan cara mengevaluasi dan memperhatikan aspirasi publik. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat juga harus lebih intensif, karena membludaknya pegawai, salah satunya disebabkan kebijakan pemerintah pusat. “Kalau tidak segera diperbaiki, sektor publik akan terus dikalahkan,” demikian Alam.
Alam didampingi A Misbah dari Pimpinan Pusat Lakpesdam NU dan Ermi dari LSM Pattiro. Diskusi yang dimoderatori Koordinator KP2KKN yang juga Ketua PW GP Ansor Jateng Jabir Al-Faruqi tersebut, menghadirkan panelis Prof DR FX Sugiyanto dari Fakultas Ekonomi Undip.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Kontributor: Muhammad Ikhwan DS
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua